by

Biaya Rapid Test Digratiskan

Ambon, BKA- Biaya rapid test bagi pelaku perjalanan yang sempat mencapai Rp 600.000, akhirnya digratiskan. Terhitung sejak 1 Agustus 2020, Pemerintah Kota Ambon lewat Dinas Kesehatan mulai menggratiskan biaya rapid test bagi pelaku perjalanan yang hendak melakukan rapid test mandiri.

Biaya rapid test mandiri ini sempat menjadi polemik, pasca Kementerian Kesehatan mengeluarkan edaran untuk menyamaratakan biaya rapid test seharga Rp 150.000 yang berlaku dari pusat hingga ke daerah.

Yakni setelah edaran tersebut diturunkan, masih banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang sengaja mengabaikan edaran tersebut. Setelah disubsidioleh Pemerintah Kota, biaya rapid test akhirnya disamaratakan senilai Rp 150.000 untuk 5 faskes yang menjadi rujukan Pemerintah Kota Ambon.

Kini, biaya rapid test akhirnya digratiskan oleh Pemerintah Kota bagi para pelaku perjalanan yang hendak ke luar daerah.

“Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya Pemkot memberikan subsidi biaya rapid test bagi pelaku perjalanan di Kota Ambon,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, saat dikonfirmasi koran ini, Sabtu (31/7).

Melalui pertimbangan, sebut Wendy, lebih baik subsidi tersebut dialihkan dengan membeli alat rapid test dan kemudian diserahkan ke puskesmas-puskesmas untuk melakukan rapid test secara gratis.

“Kami sudah pertimbangkan agar subsidi dari pemerintah lebih baik dibelikan alat rapid test, agar seluruh masyarakat yang ingin keluar masuk di Kota Ambon dapat melakukan test di puskesmas-puskesmas,” akuinya
Menurutnya, Pemerintah Kota lewat kebijakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy telah mempertimbangkan terkait mahalnya biaya rapid test. Meski telah disubsidi, namun kebijakan tersebut dianggap masih memberatkan masyarakat, terkhusus bagi yang hendak ke luar daerah.
“Kami menggratiskan biaya rapid test bagi pemegang KTP Kota Ambon. Mereka bisa melalukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat. Ada 21 Puskesmas. Nantinya akan ada jadwal pemeriksaan di tiap puskesmas,” pungkasnya. (UPE)

Comment