by

BKKBN Ajak Masyarakat Kawal New Normal

Ambon, BKA- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak masyarakat Maluku untuk mengawal new normal dimasa pandemi Covid-19. Ini disampaikan Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, dalam Webinar melalui aplikasi Zoom, Senin (08/06).

Dalam rilisnya dijelaskan, anak dan remaja Indonesia saat ini akan menjadi kohor penduduk usia 35-50 tahun pada 2045. Dan menjadi aset bagi Indonesia memetik bonus demografi, apabila mereka berkualitas dengan baik.

Namun disituasi pandemi Covid-19, anak dan remaja dapat menjadi kelompok rentan apabila pengetahuan, sikap dan praktek keluarga dalam protokol kesehatan pencegahan Covid-19 rendah.

Maka perlunya suatu solusi yang terbaik dan komprehensif dari segala sektor, untuk tetap dapat menjaga anak dan remaja di masa pandemi saat ini. Untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Harapan kami sebetulnya ketika kita memasuki era new normal, maka kita ini bisa berpikir yang se-komprehensif mungkin. Tetapi sebagai praktisi pelaksana program di lapangan, apalagi mewakili keluarga dan juga masyarakat ini bisa mendapatkan solusi protokol yang sifatnya sederhana dan mudah diaplikasikan. Itu harapan kami,” jelas Hasto dalam Webinar terkait New Healthy Family New Normal Life, yang dirilis Humas BKKBN Maluku.

Dikatakan, pertimbangan komprehensif tersebut, sudah barang tentu akan sangat mengindahkan seperti apa penurunan reproduction rate untuk data tular virus. Apakah sudah mengalami penurunan dengan baik.

“Di Indonesia kan memang keluarga-keluarga kita ini tinggalnya diberbagai provinsi yang sangat bervariasi. Tentu kalau di hitung reproductive rate-nya juga akan sangat beda-beda antar kesenjangan satu provinsi dengan provinsi yang lain.” Ujarnya.

Menurutnya, keluarga menjadi madrasah utama bagi anak dan remaja guna mengawal implementasi tatanan kehidupan baru (new normal). Dimana, keluarga yang berketahanan akan dapat terwujud.

Dikatakan, berdasarkan hasil survei virtual BKKBN terhadap 20.600 keluarga Indonesia di perkotaan dan pedesaan, mengungkap fakta luar biasa. Bahwa sebagian besar suami dan istri mampu bekerja sama dengan cukup bagus di rumah tangga selama pandemi Covid 19.

“Dari hasil survei menunjukkan, suami dan istri melakukan pekerjaan rumah bersama-sama secara seimbang sebesar 49,1 persen dari responden. Dan suami istri mengasuh anak bersama-sama sebanyak 71,5 persen dari responden.

Hasto berharap, hasil survey BKKBN terhadap keluarga tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat protokol new normal nantinya.

“Protokol juga mencirikan kerja gotong royong. Tentu protokol ini dengan new normal juga dibuat dengan sederhana mampu dikerjakan tanpa tergantung bangsa lain. Kita bukan benci asing, tapi kita cinta dengan kemandirian. Berdayakanlah SDM dan SDA kita sendiri untuk mandiri, dan protokol new normal harus bisa merakyat dan bisa untuk semua.” pintanya.

Anggota Badan Pengurus YKIS, Dr. Sudibyo Alimoeso menjelaskan, beberapa upaya dapat dilakukan keluarga dalam meningkatkan ketahanan di masa pandemi Covid19. Pertama menguatkan spiritualitas dan religiusitas (keimanan) terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, menilai ulang kapasitas ekonomi keluarga untuk dapat bertahan di tengah situasi yang tidak menentu. Ketiga, memperluas ruang komunikasi dan mendorong komunikasi yang efektif antar anggota keluarga.

Keempat, sambung dia, memperbaiki serta menguatkan fungsi-fungsi keluarga agar mampu menghadapi situasi yang tidak diinginkan. Dan kelima, menyampaikan gagasan potensi krisis (akibat Covid-19), pastikan keluarga merespon secara memadai terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, seorang ayah juga dituntut menjadikan dirinya sumber pendidikan bagi anak-anaknya. Peran orang tua mencakup pada pengasuhan serta tumbuh kembang anak dan kepribadian remaja. Ayah milineal, ayah yang terbuka terhadap perubahan,” pungkasnya. (RHM)

Comment