by

BKSDA Lepas 28 Satwa Liar

Ambon, BKA- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku kembali melepaskan 28
satwa liar yang dilindungi. Lewat kegiatan Pelepasliaran Satwa Liar
Endemik Pulau Seram dan Dilindungi Undang-Undang, di Kilokoma Resort
Masihula SPTN I Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (22/7).

“Adapun satwa liar yang dilepasliarkan berupa 2 ekor Kasuari Gelambir
Ganda (Casuarius Casuarius), 4 ekor Kasturi Tengkuk Ungu (Lorius
Domicella), 2 ekor Nuri Maluku (Eos Bornea), 12 ekor Perkici Pelangi
(Trichoglossus Haematodus) dan 8 ekor Kakatua Maluku (Cacatua
Moluccensis),” kata Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Provinsi Maluku,
Meity Pattipawael.

Dia mengaku, burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan,
temuan dan penyerahan secara sukarela. Bahkan sudah menjalani proses
karantina dan rehabilitasi di kandang Transit Seksi Konservasi Wilayah
II Masohi dan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan.

Kegiatan pelepasliaran dilaksanakan oleh petugas dari SKW II Masohi
dan disaksikan langsung oleh Kepala SPTN I Wahai, Kepala Resort
Masihulan dan staf PRS Masihulan.

Dipaparkan, dipilih lokasi konservasi TN Manusela sebagai lokasi
kegiatan karena kawasan tersebut merupakan habitat asli dari
burung-burung tersebut.

Yang mana selain sumber makanan yang melimpah, kondisi hutan itu masih
sangat terjaga hingga saat ini.

ā€œDiharapkan dapat membuat burung-burung tersebut bisa bertahan hidup
dan jauh dari gangguan, khususnya gangguan dari para pemburu liar,”
harap Meity. (KJH)

Comment