by

BLK Salurkan Empat Wastafel ke Pemkot

Ambon, BKA- Dukungan penanganan Covid-19, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Ambon menyalurkan bantuan 4 buah wastafel modifikasi kepada Pemerintah Kota Ambon. Wastafel modifikasi yang digerakkan dengan kaki ini, dinilai sangat penting untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan.

Selain wastafel, Pemerintah Kota juga menerima 1000 masker dan 50 buah baju Hazmat. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon, Yulianti Matandung yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler di ruang ULA, Balai Kota, Sabtu (21/6).

Pada kesempatan itu, Yulianti mengatakan, program yang diturunkan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas untuk penanggulangan Covid-19 di Maluku, khusus untuk kota Ambon.

Dimana masa pandemi ini, semua hasil dari pelatihan BLK 12 ribu masker, 24 wastafel, dan 228 hazmat diarahkan untuk membantu penanggulangan Covid-19. Menurutnya, bantuan yang diberikan sudah menyentuh hampir seluruh golongan yang ada di Kota Ambon. Dan untuk membantu pemerintah pihaknya menyerahkan kepada Pemkot Ambon.

“Apa yang sudah dihasilkan oleh siswa BLK, sudah diserahkan ke rumah ibadah. Baik itu gereja, masjid, pasar, perempatan jalan dan yayasan. Memang masih ada stok yang akan diserahakan ke Provinsi. Kemudian provinsi kembali tanggulangi ke 9 kabupaten dan 2 kota di Maluku,” tuturnya.

Tempat yang sama, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengungkapkan, penyerahan bantuan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kota terutama untuk pelayanan kepada masyarakat. Sebab, wastafel yang diberikan itu telah dimodifikasi dan digunakan dengan kaki. Yakni lebih meminimalisir adanya virus yang tertinggal saat menggunakan wastafel keran.

Tak hanya itu, sambung Politisi PPP ini, bantuan berupa masker dan baju hazmat juga sangat membantu terutama bagi dokter maupun tenaga medis yang sementara menangani pasien penderita covid-19.

“Kenapa bantuan ini penting, dan terutama baju Hazmat. Karena tenaga medis itu pada saat merawat 1 pasien, kemudian lanjutkan merawat 1 pasien lagi itu akan menggantikan baju hazmat itu lagi. Jadi kalau 1 hari tenaga medis merawat 10 pasien, maka akan mengantikan baju hazmat sabanyak 10 kali,” beber Hadler.

Dengan begitu, bantuan tersebut akan sangat membantu terutama dengan adanya penggunaan rumah sakit darurat dalam penanganan covid 19.

“Saat ini Pemerintah Provinsi telah meminjam Balai Diklat Pertanian kepada Pemkot, untuk digunakan sebagai rumah sakit darurat. Dan APD menjadi alat yang paling penting,” tutup dia. (DHT)

Comment