by

BLT Dana Desa Mulai Disalurkan

Ambon, BKA- Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan dari Dana Desa (DD), sudah mulai disalurkan. Penyaluran dana tersebut diakui sudah mulai dilakukan beberapa waktu lalu pada tiga desa di kota Ambon.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Rulien Purmiasa menyebutkan, penyaluran perdana BLT dari dana desa dimulai dari tiga desa di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel).

Tiga desa yang awalnya diserahkan yakni Negeri Hutumuri, Leahari dan Hukurilla. “Tiga desa atau negeri yang disalurkan pada gelombang I antara lain, Negeri Hutumuri bagi 55 Kepala Keluarga (KK), Leahari untuk 88 kepala keluarga, dan Hukurilla kepada 15 kepala keluarga,” beber Purmiasa, kepada koran ini, Senin (18/5).

Menurutnya, untuk penyaluran yang dilakukan, setiap desa menggunakan sistem cashless atau dana ditransfer dari kas daerah ke rekening penerima bantuan. “Penyaluran bantuan dana menggunakan sistem cashless atau pemindah-bukuan dari rekening kas daerah ke rekening penerima,” tuturnya.

Dengan begitu, kata dia, seluruh penerima bantuan harus membuka rekening terlebih dahulu sehingga dana dapat ditransfer dan diterima langsung tanpa perantara oleh penerima bantuan. “Sehingga kepada setiap penerima BLT DD, dimintakan untuk membuka rekening masing-masing,” tambahnya.

Dia mengaku, untuk penerima bantuan sendiri, saat ini sudah terdata sebanyak 4.618 KK dari 27 desa dan negeri yang ada di Kota Ambon. Untuk 27 desa tersebut, 15 desa negeri sudah masuk dalam penerima yang ditetapkan pada gelombang pertama dan kedua.

“Sampai saat ini, jumlah penerima lanjutnya yang terdata adalah sebanyak 4.618 KK dari 27 desa negeri. Dari 27 desa negeri itu, 15 desa negeri sudah mencakup penerima yang ditetapkan pada gelombang pertama dan kedua,” ujarnya.

Sedangkan untuk desa negeri lainnya yang baru mencakup untuk penetapan penerima gelombang pertama. Pasalnya, jumlah angka penerima dari desa negeri lainnya belum memasukan data penerima untuk gelombang kedua.

“Sementara untuk 12 desa lainnya, baru mencakup penetapan penerima untuk gelombang pertama saja. Jumlah angka penerima akan bertambah, mengingat 12 desa negeri yang belum memasukkan data penerima gelombang kedua, dan tiga di desa negeri lainnya yang sama sekali belum memasukkan data penerima,” pungkasnya. (DHT)

Comment