by

BLT DD Pulau AY Diduga Disunat

Ambon, BKA- Progam bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) lewat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Pulau AY, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang diperuntukan bagi warga kurang mampu terdampak Covid-19, diduga dipotong aparat desa tersebut.

Besar pemotongan yang dilakukan berkisar Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu per Kepala Keluarga (KK), pada setiap kali penyaluran BLT. Sehingga total bantuan yang diterima warga hanya sebesar Rp 520.000 sampai Rp 540.000, dari jumlah sebenarnya Rp 600.000.

Salah satu warga Desa AY, Nurdin, mengungkapkan, alasan pemerintah desa (Pemdes) melakukan pemotongan itu untuk biaya administrasi.

Pemotongan itu dilakukan bagi semua KK miskin yang menerima BLT sebanyak 174 KK.

Walau keberatan, katanya, namun warga tetap menerima pemotongan itu. Karena pada dasarnya, bantuan itu sangat diperlukan oleh mereka, yang selama ini merasa kesulitan secara ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, untuk pemotngan BLT tahap I yang dilakukan aparat desa sebesar Rp 60 ribu. Sedangkan untuk BLT tahap II dan III, pemotongannya sebesar Rp 80 ribu.

Herannya, lanjut Nurdin, setelah dicek pada beberapa desa lain di Kabupaten Malteng, ternyata tidak ada pemotongan sedikit pun yang dilakukan oleh aparat desa dengan alasan biaya administrasi.

Untuk itu, dia meminta agar tim Gugus Tugas Pengawasan DPRD untuk bisa menindaklanjuti aksi pemotongan BLT DD yang dilakukan oleh Pemdes Pulau AY.

Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020, tentang Perubahan Kedua atas 205/PMK.07/2019, tentang pengelolaan Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 dalam bentuk BLT kepada masyarakat kurang mampu.(RHM)

Comment