by

Bocah 7 Tahun Tewas Terbakar

Ambon, BKA- Kebakaran tragis kembali terjadi di Kota Ambon. Kali ini si jago merah beraksi menghanguskan rumah milik Genoveva Fatubun/ Lassol (73), di RT 06/RW 002, Kawasan Kampung Baru Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon sekitar pukul 22.00 WIT, Kamis (9/7).

Tidak hanya menghanguskan rumah, api juga merenggut nyawa seorang anak berusia tujuh tahun, Febri Rumatora.

Menurut keterangan saksi Genoveva Fatubun Lasol yang merupakan pemilik rumah, bahwa saat itu, dia sementara tidur.
Dia melihat kain pintu kamarnya mulai terbakar dan apinya sudah menjalar kearah bumbungan rumah. Setelah itu, ia berteriak minta tolong dan berupaya keluar dari kamar.

“Ketika saya mau lari keluar, ternyata rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Yang dikunci oleh anak saya yang saat itu sementara pergi menuju ke kios untuk membeli pulsa,” ujarnya.

Lantaran pintu terkunci dari luar, saksi langsung menendang dinding rumah bagian depan, agar bisa menyelamatkan diri bersama dengan cucunya.

Kemudian datang saksi Petrus dan saksi Genoveva untuk menolong Febri yang masih terjebak didalam kamar.

Namun karena apinya sudah membesar, sehingga korban pun tak dapat tertolong. Api terus membakar seluruh rumah dan isinya.

Informasi yang di himpun koran ini, sekitar pukul 22.30 WIT, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dan langsung melakukan pemadaman api, dibantu warga sekitar.

Pukul 22.45 WIT, api baru dapat dipadamkan. Kemudian dilakukan penyisiran oleh petugas damkar bersama Personil Polsek Baguala, untuk mencari korban.

Jenazah korban kemudian ditemukan dalam posisi tengkurap dan sebagian tubuhnya telah hangus terbakar. Pukul 23.10 WIT, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Akibat dari kejadian tersebut, pemilik rumah Genoveva Fatubun/Lasol dan cucunya Vilo Rumatora mengami luka bakar pada bagian wajah, sementara cucunya Febri, tewas terbakar.

Dugaan sementara, api tersebut berasal dari obat nyamuk yang membakar kain pintu kamar, sehingga kobaran api pun membesar dalam waktu singkat karena konstruksi rumah yang terbuat dari tripleks yang muda terbakar.

Kasubag Humas Porlesta Pulau Ambon dan Pp.Lease, Ipda R Muhammad Titan Firmansyah Putra, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, kebakaran itu mengakibatkan satu orang anak tujuh tahun meninggal dunia. Dan kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian,” tandasnya, Jumat malam.(SAD).

Comment