by

BPBD Minta Warga Waspada Bencana

Ambon, BKA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana banjir maupun longsor. Pasalnya, saat ini Kota Ambon telah memasuki musim penghujan.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paais, mengatakan, masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan lereng gunung maupun lokasi rawan bencana lainnya, harus waspada terhadap bencana akibat musim penghujan sedang maupun lebat.

Menurutnya, pada musim penghujan, lereng gunung maupun bantaran sungai lebih sering terkena bencana terutama longsor dan banjir.

“Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, di lereng-lereng bukit, daerah terjal tinggi supaya mereka bisa waspada dengan kondisi alam saat ini,” pesan Demmy, saat dihubungi koran ini, Sabtu (9/5).

Diakuinya, untuk musim penghujan, BPBD kota Ambon telah berkoordinasi dengan pihak BMKG, dan kota Ambon saat ini sudah memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan sedang hingga lebat.

“Kita koordinasi dengan BMKG bahwa kita masuk di bulan Mei, musim penghujan dengan intensitas curah hujan bisa tinggi, bisa sedang,” tuturnya.

Masyarakat juga diminta untuk dapat melakukan evakuasi mandiri ke tempat-tempat yang lebih aman ketika hujan lebat.
“Apabila curah hujan yang sangat tinggi, masyarakat sudah harus bisa melakukan evakuasi mandiri di tempat-tempat yang dianggap aman. Apalagi warga yang tinggal di titik-titik longsor itu harus waspada,” pesannya.

Terkait lokasi rawan bencana di Ambon, Demmy menilai, daerah yang paling rawan ada di kecamatan Sirimau dan Teluk Ambon.

“Titik longsor yang paling banyak itu di Kecamatan Sirimau, Teluk Ambon seperti perumahan Wayame sering longsor di situ. Sedangkan banjir kebanyakan di kawasan Batumerah, Skip, Batugajah dan Tanah Tinggi itu daerah langganan banjir. Soal masalah banjir dan longsor inikan sudah merupakan langganan setiap tahun ketika musim hujan,” tukasnya.

Dengan begitu, harapnya, masyarakat harus siap siaga dan melaporkan informasi terjadi bencana kepada BPBD untuk segera ditangani.

“Kita punya layanan pengaduan di facebook BPBD, bisa hubungi BPBD dengan nomor-nomor kontak yang ada. Posko BPBD bisa menghubungi nomor kontak 0811476333 dan sekrretariat bisa hubungi nomor kontak 08114790173,” kuncinya.

Tempat terpisah, Anggota DPRD Maluku Dapil Kota Ambon, Edison Sarimanela menambahkan, beberapa hari kemarin curah hujan cukup tinggi dan sempat membuat masyarakat khawatir. Terkhusus yang tinggal lingkungan yang berdekatan dengan sungai atau lereng bukit.

“Kami berharap, warga yang tinggal di dekat sungai dan lereng bukit agar tetap berhati-hati,” pinta Saimanela.

Dijelaskan, untuk Kota Ambon kebanyakan rumah warga yang berada di lereng bukit atau daerah ketinggian sangat berpotensi longsor dan pohon tumbang. Bahkan di tahun-tahun sebelumnya sempat menelan korban jiwa. Sehingga masyarakat harus tetap waspada ketika curah hujan lebat atau disertai angin kencang.

“Banyak rumah warga kita semuanya di posisi pegunungan. Sementara potensi longsor dan pohon tumbang sering terjadi saat hujan. Ini yang harus diantisipasi agar tidak terjadi sampai menelan korban jiwa,” harapnya.

Sementara untuk warga yang tinggal dekat bantaran sungai, lanjut Sarimanela, juga perlu waspada banjir. Seperti di sungai Batumerah, sungai Skip, sungai Batugajah dan sungai Batugantung. Karena dari beberapa kejadian sebelumnya, banyak warga kehilangan harta berharga saat terjadi banjir.

“Banyak seperti itu, ketika banjir mereka tidak ada dirumah. Akibatnya barang penting tidak bisa diselamatkan. Saya kira ini kelalaian agar ke depan lebih tingkatkan kewaspadaan lagi. Apalagi rumah yang berdekatan dengan sungai sangat berbahaya,” ujar dia.

Politisi Hanura ini mencontohkan, akibat hujan lebat mengguyur kota Ambon beberapa hari lalu, dua rumah di kawasan Skip Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau tertimbun longsor. Meski tidak ada korban jiwa, namun perlu diwaspadai kejadian seperti itu.

“Kita kasih contoh di Skip beberapa hari lalu dua rumah tertimbun longsor. Ini yang harus diwaspadai agar tidak lagi terjadi untuk daerah lain di Kota Ambon,” harapnya. (DHT/RHM)

Comment