by

BPNT Warga Batu Merah Belum Memadai

Ambon, BKA- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) warga Desa Batu Merah belum memadai. BPNT sendiri ada untuk menggantikan bantuan pangan bagi warga, atau yang dulunya dikenal dengan raskin.

Proses pembagian BPNT sendiri tidak melalui Kantor Desa, tetapi melalui kartu yang dibagikan bagi warga tidak mampu oleh Dinas Sosial. Kartu yang diberikan berdasarkan dengan data warga yang dikirimkan ke Dinas Sosial.

Karim Bin Hadin Ketua RT 001/01 Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon mengatakan, program raskin sendiri sudah diganti dengan BPNT sejak tahun 2017. Dengan demikian berubah juga teknis penyalurannya. Kendati demikian masih saja di temui bahwa pembagian BPNT tidak memadai.

“Sudah terhitung tiga bulan warga RT sini tidak lagi mendapatkan BPNT. Itu bisa di lihat dari keluhan warga yang di laporkan langsung kepada saya. BPNT yang biasanya berupa sembako seperti beras dan pangan lainnya. Warga mengeluh karena nama yang sudah terdaftar dalam BPNT tidak bisa lagi menerima BLT. Untuk itu jika ada kemacetan dalam pembagian BPNT, maka warga akan merasa kecewa,” ungkapnya.

Diakuinyua, dari dinas terkait sudah meminta data warga kurang mampu untuk menerima BPNT, namun itu sudah lama tidak didapatkan warga. Bahkan, sambungnya, sudah tiga sampai empat bulan tidak ada penerimaan BPNT.

“Untuk itu saya menghimbau warga saya untuk melapor kepada dinas terkait. Warga yang sudah terdaftar BPNT tidak lagi mendapat BLT, jadi warga berharap agar dalam penyaluran BPNT tidak ada kemacetan. Kami berusaha untuk bisa mendengar keluhan warga kemudian sebisa mungkin ditindaklanjuti,” tutur.

Sementara, Sekertaris Desa Batu Merah, M Arlis Risaholet menjelaskan, untuk penyaluran BPNT tidak lagi melalui kantor desa. BPNT disalurkan langsung dari Dinas Sosial, kantor desa hanya menerima laporannya.

“Tadinya program itu bernama raskin, sejak 2017 programnya berubah lagi menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Perubahan nama sekaligus juga dengan berubahnya teknis penyaluran. Jadi penyalurannya bukan lagi lewat kantor Desa, karena sudah menggunakan sistem kartu yang nantinya dipakai untuk mengambil bantuan dibeberapa toko sembako yang sudah ditentukan. BPNT mulai dari teknis, penyaluran sampai pemanfaatan bukan lagi tanggung jawab desa, karena semua langsung dari Dinas Sosial. Penyaluran kepada warga melalui pendamping yang sudah di tunjuk,” jelasnya. (MG-1)

Comment