by

BPOM Akan Uji 30 Sampel Takjil

Ambon, BKA- Untuk memastikan penjualan takjil atau hidangan buka puasa bebas dari bahaya kimia, fisik dan biologi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon melakukan pengawasan takjil. Dari hasil tersebut, ada 30 sampel takjil yang akan dilakukan uji laboratorium.

Empat lokasi yang dikunjungi diantaranya depan masjid Al Fatah Ambon, Batumerah, Waiheru, dan Kebun Cengkeh. Dimana kunjungan pengawasan di mulai sejak pukul 15.30 WIT, Selasa (28/40).

Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat terhadap pangan yang tidak aman.

“Pengawasan sudah kita lakukan sejak Senin 27 April kemarin. BPOM sudah melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan di sarana distribusi pangan yang ada di kota Ambon. Dan intensifikasi pengawasan pangan akan dilakukan selama bulan ramadhan,” ungkap Hariani.

Ia mengaku, yang menjadi fokus pengawasan adalah pangan olahan yang kadaluarsa, pangan rusak dan kemasan rusak.

Selain ke sarana distribusi dan retail pangan, kata dia, juga dilakukan pengawasan terhadap takjil di kota Ambon yang dimulai mulai kemarin sore ke empat lokasi tersebut. Dengan cara melakukan sampling dan akan diuji di laboratorium.

“Pengujian dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi dan memastikan takjil tersebut tidak mengandung bahan berbahaya. Atau bebas dari bahan berbahaya serta pengujian mikrobiologi untuk takjil tertentu,’ paparnya.
Sementara pengwasan di kabupaten/kota selain kota Ambon, lanjut Hariani, pihaknya akan bersinergis dengan stakeholder di kabupaten kota, untuk dapat melaksanakan pengawasan yang sama.

“Untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan uji khusus takjil, maka dalam waktu dekat akan dilakukan bimtek online dengan peserta dari dinas kesehatan dan dinas perindag kabupaten kota,” tutup dia. (UPE)

Comment