by

Buat Surat Palsu, Timalaya Dipolisikan

Ambon, BKA- Sidang kasus harta gono-gini dengan Nomor Register Perkara Nomor :3/Pdt.G/2020/PN.Msh antara Liesa Kakiay selaku penggugat, melawan Ongen Rizky Timalaya sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Masohi, berbuntut panjang.

Pasalnya saksi yang dihadirkan oleh tergugat Ongen Rizky Timalaya, diduga memberikan keterangan palsu di persidangan.

Yustin Tuny selaku Kuasa Hukum Liesa Kakiay, kepada wartawan, menjelaskan, laporan pengaduan secara tertulis bernomor: 14/VI/2020 terkait dugaan tindak pidana pembuatan surat palsu, memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, dan menggunakan surat palsu, telah dilaporkan secara resmi ke Polres Maluku Tengah.

Sebelumnya, ungkap Tuny, untuk kepentingan pembuktian, tergugat Ongen Rizky Timalaya melalui kuasa hukumnya mengajukan salah satu bukti surat, yakni, kwitansi sebagai bukti peminjaman uang sebesar Rp.350.000.000.- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) oleh Triyanto Soewono kepada Onegn Rikzky Timalaya, tanggal 7 Februari 2015.

Kemudian dalam persidangan tanggal 17 Juni 2020, Jon Hendrik Likumahua, dibawa sumpah menerangkan, kalau dia menyaksikan langsung peristiwa peminjaman uang oleh Terlapor I Triyanto Soewono kepadaTerlapor III Ongen Rizky Timalaya.

Lanjutnya, setalah Jon Hendrik Likimahua selesai memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Masohi pada 17 Juni 2020 lalu, baru kuasa hukum penggugat atau pelapor mengetahui, kalau peristiwa peminjaman uang tersebut tidak terjadi. Karena saat itu, baik Triyanto Soewono maupun Jon Hendrik Likumahua sementara menjalani hukuman terkait kasus pidana yang dia lakukan.

“Bahwa setelah dilakukan pengecekan, ternyata melalui petugas Rumah Tahanan (Rutam) Masohi, disampaikan bahwa pada tanggal 7 Februari 2015 tersebut, Triyanto Soewono dan Jon Hendrik Likumahua, masih berada dalam status narapidana yang sementara menjalani masa hukuman, atas perbuatan pidana yang mereka lakukan berdasarkan putusan pengadilan” ungkap Tuny, Selasa (23/6).

Untuk itu, katanya, perbuatan Triyanto Soewono, Jon Hendrik Likumahuwa dan Ongen Rizky Timalaya, tersebut telah menimbulkan kerugian kepada kliennya.

“Kami telah membuat laporan pengaduan ke Polres Maluku Tengah, terkait dugaan tindak pidana pembuatan surat palsu, memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, dan menggunakan surat palsu,” pungkas Yustin Tuny. (SAD)

Comment