by

Cabuli Pelajar, Pemuda Malteng Diseret ke Sidang

Ambon, BKA- Semuel Hetharia alias Semi, pria bejat asal Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) harus digiring ke meja hujau akibat perbutan bejatnya menyetubuhi bunga (bukan nama asli), yang masih dibawah umur sebanyak dua kali.

Pria 65 Tahun asal Negeri Nalahia-Kasuari, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Malteng ini, didakwa melanggar pasal 81 ayat (2) UU nomor 16 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentag perlindungan anak.

Dari sidang perdana itu, JPU Kejari Malteng, Inggrid Louhenapessy menjelaskan,perbuatan bejat yang dilakukan terdakwa terjadi awalnya Januari 2020 kemarin, saat itu, korban didatangi terdakwa dengan tujuan mengambil buah mangga di belakang rumah terdakwa, lantas korban tinggal bertetangga dengan terdakwa.

Dengan kondisi rumah yang sepi, sebelum mengambil buah mangga, terdakwa membawa korban ke kamarnya dan memaksa korban untuk melayani napsu birahinya. Korban yang masih polos menolak tawaran terdakwa namun dipaksa terdakwa sehingga hubungan terlarang itu pun berlangsung.

Setelah itu, terdakwa memegang tangan korban ke belakang rumah lalu memberikan dia buah mangga, kemudian menyuruh korban untuk pulang ke rumahnya.

Kedua, pada Bulan Maret 2020 kemarin, terdakwa datang ke rumah korban lalu memanggil korban ke rumah terdakwa,dengan tujuan yang sama untuk mengambil buah mangga. Ternyata pria bejat itu kemabali menyetubuhi korban di dalam kamarnya.

Perbuatan terdakwa pun tidak diketahui orang tua korban, akan tetapi pada waktu korban bersama terdakwa di dalam kamar, saksi yang merupakan tetangga rumah terdakwa mengintip aksi biadap terdakwa dari jendela kamar.

“Tak menerima aksi biadap terdakwa terhadap korban, saksi kemudian memilih untuk memberitahukan peristiwa itu ke orang tua korban, kemudian orang tua korban melaporkan hal ini ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses hukum,” ucap JPU dalam berkas dakwaannya dipersidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Lucky R. Kalalo dibantu Christina Tetelepta dan Hamja Kailul selaku hakim anggota, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Ronald Salawane.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta. (SAD)

Comment