by

Cuaca Buruk Pengaruhi Harga

Ambon, BKA- Cuaca buruk yang melanda pulau Ambon dan sebagainya akibat musim timur ini, dinilai sangat berpengaruh terhadap harga jual barang di pasaran. Salah satunya terhadap harga bumbu masak yang terjadi saat ini di pasar-pasar tradisional.

Sekretaris Disperindag Kota Ambon, Janes Aponno menilai, kondisi cuaca yang terus-menerus hujan di Kota Ambon memberi pengaruh besar terhadap harga, khususnya bumbu masak yang ada. Baik itu cabai, sayur, tomat hingga bawang sekalipun.

Pasalnya, seluruh kebutuhan dapur tersebut merupakan barang cepat busuk, terutama jika kondisi cuaca terus menerus dilanda musim penghujan. Dan jika terjadi hal demikian, maka secara otomatis berpengaruh pada harga yang dijual di pasaran. Bahkan dapat terjadi kelonjakan harga, jika stok semakin menipis.

“Berhubungan dengan cuaca alam, karena memang hujan hasil panen juga mengalami penurunan. Karena banyak hujan bisa mempengaruhi harga kebutuhan dapur ini cepat busuk,” tutur Aponno, saat dihubungi koran ini, Minggu (12/7).

Dijelaskan, dengan stok yang semakin sedikit karena banyak bahan masak yang busuk, maka pedagang akan kesusahan untuk menemukan stok. Salah satunya seperti cabai yang tidak hanya diproduksi di Kota Ambon, melainkan harus didatangkan dari luar kota.

Untuk stok cabai sendiri, lanjut dia, distributor atau agen mendatangkan cabai langsung dari sentra produksi yang berada di kabupaten lain di Maluku, seperti pulau Seram atau dari pulau Buru. “Lalu kemudian Kota Ambon bukan daerah produksi, jadi kita biasanya memasukkan cabai itu dari Seram dan Buru,” beber dia.

Namun dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, juga ikut mempengaruhi harga cabai yang ada. Lantaran angkutan yang masuk ke Kota Ambon sedikit sulit karena protokol Covid-19 yang sangat ketat. Dengan begitu, distributor juga ikut terdampak dengan adanya penerapan PSBB saat ini.”Jadi kalau cabai sedikit naik itu memang hal biasa. Dengan adanya PSBB ini juga berpengaruh, artinya angkutan yang harus masuk ke Kota Ambon ada punya protokol. Tapi tidak melarang, hanya protokolnya saja dan tidak ada yang dilarang,” tegasnya.

Aponno juga mengaku, kebutuhan dapur lainnya memiliki harga yang bergejolak di sejumlah pasar tradisional, ketika barangnya di pasok dari luar daerah. “Bumbu masak memang kadang-kadang berpengaruh karena kita masukkan dari luar semua,” tutup dia. (DHT).

Comment