by

Damamain : Warga Waihaong Tak Terpapar Covid-19

Ambon, BKA-Rektor UKIM, Jafet Damamain merasa bersalah atas pernyataan yang disampaikan hingga mengakibatkan keresahan dan kekecewaan di masyarakat, terkhusunya warga Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon terkait informasi beberapa warga positif terpaparnya Covid-19.

Menurut Damamain, pernyataan yang disampaikan itu lebih di tujukan ke pihak internal namun terlanjur dikonsumsi publik terutama warga Waihaong sehingga menjadi wacana buruk di masyarakat. Dan hal tersebut sangat mempengaruhi psikologi warga apalagi yang melakukan aktifitas dimana-mana. “Sekali lagi dari lubuk hati yang paling dalam , saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya,yang sudah membuat kegaduhan di masyarakat Waihaong. Sebagai bukti bahwa apa yang sudah disampaikan itu tidak sesuai dengan kenyataan dan sesungguhnya basudara saya di Waihaong itu semuanya baik-baik saja,” jelas Damamain usai menggelar pertemuan bersama perwakilan RT/RW Warga Waihaong di kampus UKIM, Kamis (30/4).

Orang nomor satu di Kampus UKIM itu mengaku, sesuai kesepakatan bersama, dirinya akan bersama beberapa pimpinan Kampus hadir di kawasan Waihaong untuk berbelanja langsung dengan para penjual makan batal (Takjil), supaya lebih menyakinkan masyarakat kalau di Waihaong tidak ada Covid-19.

“Kita akan ke Waihaong belanja makanan-makanan batal yang di jual warga, hal ini kita lakukan biar demi meyakinkan warga kalau di Waihaong itu warganya semua sehat-sehat saja, dan jua kita akan buka puasa bersama,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain kepada pedagang takjil, teruntuk kepada para sopir-sopir angkot yang mengalami penurunan pendapatan terkait himbauannya kepada warga kampus untuk tidak boleh menggunakan jasa angkot LIN III. “Hal ini merupakan kekhawatiran saya berlebihan dan tidak benar. sehingga warga kampus jika mengalami keperluan mendesak ke kampus, gunakan saja jasa mobil LIN III karena itu aman, yang penting warga tetap ikuti anjuran pemerintah dengan memakai masker dan jaga jarak,” tandasnya.

Pantauan koran ini, didalam pertemuan itu, ada sebagian warga yang memyampaikan terimah kasih kepada Kapolsek Nusaniwe. Iptu Pieter Matahelumual yang sudah membangun kerjasama untuk mempertemukan warga dengan Rektor UKIM Jafet Damamain.

“Kita merasa terimah kasih banyak atas mediasi yang dilakukan pak Kapolsek. Kalau bukan pak Kapolsek mungkin kita belum bisa pertemuan dengan pak Rektor. Dan seandainya masalah ini tidak diselesaikan maka rencananya hari Sabtu besok kita akan demo besar-besar disini. Akan tetapi karena kita sudah pertemuan sehingga biarlah kita saling memaafkan. Kemudian apa yang kita sudah sepakati bersama agar supaya dilaksanakan Pak Rektor,” jelas Sifian Saimima perwakilan warga Waihaong dalam rapat tersebut.

Kapolsek Nusaniwe, Iptu Pieter Matahelumual dihadapan Rektor UKIM dan beberapa warga menegaskan, kiranya apa yang sudah dilakukan bapak Rektor dimaafkan warga Waihaong, dan sebagai wujub nyata kondisi di Waihaong tidak ada virus Corona, sudah disepakati bawa beliau akan berbelanja makanan Takjil milik warga waihaong kemudian digelar buka puasa bersama. “Jadi saya berharap basudara semua maafkan beliau.

Semua manusia pasti ada kesalahan. Yang tidak bersama hanya Tuhan Allah. Untuk itu semoga di Bulan Suci Ramadhan ini, selaku orang hidup pela gandong, mari kita maafkan satu sama lain demi terjalin keharmonisan kita bersama,” tandas Kapolsek.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Danramil Nusaniwe,Kapten Infanteri Dede Ruhiat dan Kasat Intel Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. AKP.Frangki Tupan, serta beberapa anggota polisi lainnya.(SAD).

Comment