by

Dana Lab Otomotif Poltek Diduga Dikorupsi

Ambon, BKA- Kampus Politeknik Negeri Ambon sepertinya tidak sepi dari masalah korupsi.

Bagaimana bisa? Kasus dugaan korupsi pengadaan Lab Migas yang kini ditangani pihak Kejati Maluku belum ada titik terang, muncul lagi kasus baru terkait dana sewa servis lab otomotif kendaraan roda dua dan roda empat di kampus yang dipimpin Dedy Mairuhu selaku Direktur.

Sumber internal di Poltek Negeri Ambon kepada koran ini mengatakan, saat ini praktek nepotisme terus dilakukan kampus tersebut.

Bukan hanya satu masalah, namun ada beberapa masalah yang harus dibongkar kepada publik agar diketahui. Sebut saja kasus dugaan korupsi peralatan Laboratorium Jurusan Teknik Sipil dan penggunaan peralatan Laboratorium Otomotif untuk perawatan kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut sumber itu, sesuai fakta dilapangan, ada beberapa orang yang menggunakan jasa perbaikan kendaraan roda empat di Lab Otomotif tersebut, yang ditaksirkan mencapai Rp 68 juta bahkan sudah miliaran rupiah. Namun dana-dana ini tidak disetor ke negara, melainkan dikelola sendiri pihak pengelola.

“Coba polisi atau jaksa masuk usut dulu. Ini masalah baru yang harus dibongkar kembali,” beber sumber itu sambil mengingatkan agar namanya tidak dipublis kepada koran ini, Rabu (29/4).

Kata dia, dari praktek yang dilakukan, ditaksir sudah sejak tahun 2013 lalu atau sekitar enam tahun lamanya.

Bayangkan, investasi peralatan otomotif Poltek untuk kegiatan praktek mahasiswa didugakan untuk memperkaya diri sendiri.

Bukan saja itu, ada pihak internal Poltek kalau melakukan servis tidak pernah dibuat kwintasi untuk membayar, sedangkan orang eksternal baru dibuat kwitansi. Itu pun tidak semua orang.

“Jadi ini semua dilakukan kepala Laboratorium dan ketua kelompok, dan sudah 6 bulan tidak pernah dilakukan penyetoran kepada negara melalui bendahara penerima Poltek Negeri Ambon,” jelasnya.

Direktur LSM Peduli Rakyat, Albirum Subalia kepada koran ini mengatakan, persoalan hukum yang terjadi di lembaga pendidikan seperti Poltek saat ini sangat berpengaruh terhadap kepentingan proses belajar-mengajar mahasiswa ke depan.

Karena itu, pihak Kejati Maluku harus turun melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap hal ini. “Ya kalau itu temuan seperti itu, pasti datanya benar, karena itu orang Poltek sendiri yang bilang. Kita selaku LSM, kita desak penegak hukum masuk untuk mengusut kasus ini,” jelas dia metika dimintai pendapatnya, Rabu kemarin.

Dia menerangkan, jika memang persoalan itu terjadi di bagian laboratorium, maka yang sudah jelas diketahui oleh petinggi-petinggi Poltek. Sehingga bukti itu kiranya menjadi pintu masuk melakukan penyelidikan.

“Saya kira bukti itu sudah jelas, dan jaksa diminta untuk masuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Hal ini dilakukan agar dapat membawa efek jera kepada pelaku-pelaku yang ada,” tandasnya.(SAD)

Comment