by

Dana Stimulan Gempa Dibekukan Sementara

Ambon, BKA- Bantuan dana stimulan yang ditujukan kepada korban bencana gempa bumi tahun 2019 lalu di Kota Ambon, saat ini masih belum dikucurkan. Hal ini diakibatkan belum terbentuknya tim yang melibatkan kelurahan dan desa dari lokasi gempa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paais mengatakan, Dana stimulan tersebut, telah ditransfer oleh pihaknya ke rekening masing-masing korban bencana. Namun belum dapat digunakan karena belum ada tim penanganan yang dibentuk.

“Tidak ada masalah, cuma itukan dana sudah di transfer ke rekening masyarakat masing-masing. Tapi masyarakat korban itu mereka tidak bisa kelola dana itu,” ungkap Demmy, kepada wartawan di Balai Kota, Senin (4/5).

Untuk dana tersebut sementara ini, sebut dia, sementara dibekukan karena masyarakat korban bencana tidak dapat menggunakan dana tunai tersebut dengan sendirinya. Melainkan dikelola oleh tim yang nantinya akan menangani pembangunan rumah korban gempa.

“Itu harus dikelola oleh tim yang akan langsung tangani mereka punya pembangunan rumah. Makanya dana itu sudah ditransfer ke masyarakat tapi sementara di blokir,” tuturnya.

Dituturkan, hal tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sesuai petunjuk teknis (jukni) kepada BPBD Kota Ambon.

Dan untuk tim penanganan sendiri yang belum dibentuk, sambungnya, merupakan masyarakat korban bencana itu sendiri yang ditunjuk secara resmi oleh desa maupun kelurahan. Untuk mengerjakan pembangunan rumah bagi korban bencana.

“Itu mekanisme dari BNPB seperit itu. Kalau untuk tim itu akan dibentuk oleh desa kelurahan itu tim penerima bantuan dan tim itu adalah mereka yang korban bencana itu,” tambahnya.

Demmy menambahkan, belum terbentuknya tim diakibatkan oleh tidak adanya komunikasi yang dapat dilakukan saat ini oleh pihaknya. Mengingat adanya anjuran sosial distancing yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota pasca Ambon ditetapkan sebagai dareah tanggap darurat non bencana alam akibat pandmei Covid-19. “Kita mau sosialisasi bagaimana kondisinya ada begini. Itu untuk tahap I,” beber dia.

Untuk dana stimulan sendiri, lanjutnya, telah diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp 10 juta, rumah rusak sedang senilai Rp 25 juta dan rumah rusak berat senilai Rp 50 juta. Sementara untuk korban bencana tahap I diberikan kepada 1.631 kepala keluarga (KK).

Sedangkan untuk tahap II maupun III, belum dapat diterima. Karena data yang telah diverifikasi hingga saat ini belum diberikan kepada BNPB akibat adanya Covid 19.

“Kalau tahap II itu kita sudah siap, tapi kita mau kirim bagaimana dengan kondisi saat ini. Karena data itu mesti diantar ke BNPB,” tutup Demmy. (DHT)

Comment