by

ABK Tewas Gantung Diri

Ambon, BKA- Nasib sial menimpa AS, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Bintang Indah VI asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. AS ditemukan tergantung di atas kapal saat kapal sedang melakukan penangkapan ikan (Fishing ground) di laut Aru, sekira pukul 01.00 WIT.

Informasi yang dihimpun koran koran ini, Rabu (8/7), melalui salah satu rekan korban (ABK Bintang Indah VI) Nanang mengaku, korban ditemukan dengan seutas tali nilon yang melilit lehernya di lambung kanan kapal sekitar pukul 01.00 WIT, Senin dini hari (6/7) kemarin.

“Jadi dia (AS) mengakhiri hidupnya saat kita semua sibuk melakukan penangkapan ikan di laut Aru. Saya secara kebetulan ke arah lambung kanan kapal. Sontak saya kaget karena melihat korban sementara tergantung dengan menggunakan tali nilon (senar mancing),” ungkap Nanang.

Dikatakan, setelah melihat kejadian itu dirinya langsung bergegas memberitahukan kepada teman-teman ABK lainnya bahwa korban atas nama (As) menggantung dirinya di lambung kanan kapal.

Mendengar informasi tersebut, sambung dia, seluruh ABK termasuk Taikong (nahkoda) atas nama Zampo, bergegas menuju tempat kejadian dan langsung menurunkan korban dari gantungannya.
Bahkan sebutnya, sewaktu di turunkan dari tali gantungan, korban masih bernapas (masih hidup) namun selang beberapa waktu kemudian korban menghembuskan napas terakhir.

“Memang saat korban kami selamatkan, dia masih bernafas. Namun, tak lama dia meninggal. Ya mungkin karena sudah tidak bisa benafas lagi. Setelah kami pastikan dia sudah meninggal, kami langsung bertolak menuju ke Dobo dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib,” ungkap Nanang

Setelah tiba di kota Dobo, tambah dia, pihaknya langsung melaporkan hal tersebut ke Polisi untuk mengefakuasi jasad AS untuk di otopsi. Dan setelah di lakukan otopsi di RSUD Cendrawasih Dobo, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya ada tanda bekas jeratan tali nilon kecil di bagian leher korban. Karena murni AS mengantung diri. “Jadi hasil otopsinya memang murni gantung diri,” akuinya(WAL)

Comment