by

Danrem Sambangi Pemuka Agama

Ambon, BKA- Memperkuat sinergitas dan kerjasama dalam mensukseskan program TNI, khususnya Korem 151/Binaiya di Maluku, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw mengunjungi para Pemuka Agama di Maluku, Senin (3/8).

Silaturahmi itu dimulai Ketua Sinode GPM, Uskup Diosis Amboina, Ketua MUI Maluku, Ketua Walubi Maluku serta PHDI Maluku.

Mengawali silaturahmi ke Sinode GPM, Jenderal TNI Bintang Satu itu didampingi Kasrem, Kasi Log dan Kasi Ter. Seluruhnya diterima oleh Ketua Umum MPH Sinode GPM Pendeta Ates Werinussa, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota MPH di ruang kerja ketua Sinode.

Menurut Danrem, selain memperkenalkan diri sebagai pimpinan Korem 151/Binaiya, kunjungan tersebut dilakukan untuk meminta dukungan atas program kerja kedepan serta tugas prajurit di lapangan.

Sekaligus untuk memperkuat sinergitas dan kerjasama antara TNI AD dan para Pemuka Agama. Sebab TNI tidak bisa bekerja sendiri, melainkan butuh dukungan dan support semua pihak termasuk tokoh agama.

“Kami berharap kerjasama dan sinergi antara Korem 151/Binaiya dan tokoh agama, apakah itu MPH Sinode GPM, Uskup Diosis Amboina, MUI Provinsi Maluku, Walubi dan PHDI Maluku terus berjalan dengan baik,” harapnya.

Ditegaskan, Korem 151/Binaiya selalu membuka diri terhadap saran, masukan serta kritikan dari para pemuka agama. Dikarenakan TNI AD selalu menjunjung tinggi motto semangat, profesional dan rendah hati.
“Karena rendah hati kunci dari kesuksesan, dan itu yang selalu dijunjung dalam tugas,” tandas Danrem.

Tempat yang sama, Ketua Sinode GPM Pendeta Ates Werinussa, menyambut baik apa yang jadi harapan Danrem 151/Binaiya. Karena hal tersbeut merupakan sesuatu yang baik dan bertujuan positif bagi kemaslahatan umat. Sehingga pihaknya mendukung penuh, apa yang menjadi program kerja Korem 151/Binaiya kedepan.

“Kami apresiasi niat mulia ini. Pesan kami, selalu ketika menerima pimpinan atau pejabat daerah, tanpa sinergi dan kerjasama semua hal tidak bisa dilakukan. Berbeda warna baju dan lainnya itu lumrah, tapi jangan jadikan sekat untuk membangun relasi hidup orang basudara. Sebab rumah yang sudah dibangun harus selalu kuat dan kokoh. Doa kami menyertai selalu dalan tugas,” pesan Werinussa.

Tempat terpisah, Uskup Diosis Amboina Mgr P.C Mandagi menambahkan, menjadi suatu kehormatan disambangi Jenderal Bintang Satu. Hal ini pertanda bahwa TNI-AD tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan tokoh agama dan masyarakat.

Sebab itu, pihaknya berkomitmen mendukung penuh program kerja Danrem. Sembari mengharapkan kerjasama yang telah terbangun, baik selama ini baik dengan Korem maupun Kodam XVI/Pattimura untuk terus terpelihara.

“Melayani masyarakat tidak bisa sendiri, butuh sinergi dan kerjasama. Danrem memberi contoh dan teladan yang baik dengan datang dan bangun relasi. Kalau tidak melayani, masyarakat akan membenci kita bahwa hanya cari jabatan dan keuntungan. Saya yakin Danrem ini tidak seperti itu, sebab beliau sudah saya kenal dengan baik. Apalagi ada motto rendah hati. Kita punya tujuan yang sama, tidak lain yakni melayani masyarakat,” tutur Uskup.

Selain ke Sinode GPM dan Uskup, Danrem juga sowan ke pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Walubi serta PHDI Maluku. Silaturahmi diakhiri saling tukar cinderamata. (SAD).

Comment