by

Data Bansos Negeri Passo Diverifikasi

Ambon, BKA- Pemerintah Negeri Passo telah melakukan verifikasi terhadap data penerima bantuan sosial (bansos) bagi warganya yang terdampak Covid-19. Sebab, sebelumnya banyak data ganda maupun yang tidak sesuai alamat ditemukan masuk sebagai penerima bansos warga Passo.

Hal ini diakui Penjabat Negeri Passo, Johan Lallo, kepada wartawan, Sabtu (18/7). Menurutnya, dalam realisasi, ternyata ada pengadaan atau penyegelan baik terhadap bansos BLT, PKH maupun BNPT. Yakni ada nama yang dobol dalam keluarga dan alamat tidak diketahui.

Bahkan ada orang yang sudah meninggal atau sudah pindah tapi namanya masih ada, sehingga pihaknya telah turun untuk lakukan verifikasi.

“Ternyata ada pengandaan atau penyegelan baik BLT, PKH, maupun BPNT misalnya ada dobol dalam keluarga. Dan tidak diketahui alamat, orangnya tidak ada dan sudah meninggal atau sudah pindah 185 KK (kepala keluarga) dari 1.040 KK,” ungkap Lallo.

Dikatakan, nama-nama tersebut kita sudah kirim ke Dinas sosial (Dinsos) berupa data komplet dan akan diusahakan ada pengantiannya supaya secara signifikan bisa mengurangi sisa total keluarga masyarakat miskin baru dalam kondisi saat ini yang berada diangka 411 KK.

Dan kalau misalnya 185 KK tersebut di perjuangkan, berarti dapat mengurangi masyarakat miskin di negeri Passo.

“Kami memperoleh data nama penerima bantuan dari Pemkot melalui Dinas Sosial. Namun tidak serta merta data itu kita ambil. Kita tetap turun lakukan kroscek lagi di lapangan, apakah benar nama penerima bantuan itu sesuai ataukah tidak. Dengan maksud, agar tidak terjadi tumpang tindih nama dan bantuan nantinya,” harapnya.

Lallo menyebutkan, sebanyak 35 persen Dana Desa (DD) negeri Passo telah dipotong untuk membantu masyarakat miskin terdampak covid-19 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Yang mana DD negeri Passo tahun 2020 sebesar Rp 1,3 miliar, dan telah dipotong 35 persen atau sebesar Rp 489 juta untuk membantu 271 KK kurang mampu selama 3 bulan. Yakni terhitung sejak April hingga Juni 2020.

“Jadi penyalurkan BLT DD tahap 1 sebesar 35 persen, dengan tercover penerima BLT sebanyak 271 KK kurang mampu. Masing-masing sebesar 600 ribu per KK dengan total anggaran 489 juta,” terangnya.

Sementara untuk penyalurannya, lanjut Lallo, telah dilakukan terutama bagi tahap I. Yakni realisasi secara keseluruhan buku rekening untuk BLT tahap I sebanyak 271 KK telah selesai di cetak oleh kas Pembantu BNI cabang Passo untuk pengambilan BLT, dengan tambahan 25 persen yaitu sebanyak 194 KK.

Selanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon untuk segera meregistrasi buku rekening dari penerima bantuan.

“Jadi sedianya kalau percetakan buku tabungan bisa di percepat, secara keseluruhan 465 KK penerima penerima BLT,” tambahnya.

Menurut dia, secara keseluruhan di negeri Passo sudah menyepakati total pagu BLT DD maksimal anggaran sebesar 60 persen. Yaitu sebesar 838 juta lebih untuk mengcover 465 KK penerima BLT yang telah di kirim ke Pemerintah Kota Ambon. (DHT)

Comment