by

Data Siswa Penerima Bantuan Jangan Tersebar

Ambon, BKA- Pihak sekolah berharap data siswa yang telah dimasukan untuk mendapatkan bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tidak tersebar kepada orang-orang yang bertanggungjawab.

Kepala SD Negeri 40, Abdullah Suamole, mengatakan, hal itu sangat penting untuk diperhatikan, agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu, baik untuk kepentingan politik, ekonomi maupun tindak kejahatan.

Memang selama ini, data siswa yang dikirim melalui data Dapodik tidak pernah bermasalah. Namun saat ini, data siswa itu dilampirkan dengan nomor handphone, kemudian diserahkan kepada pihak lain untuk kepentingan program bantuan pulsa data atau kuota internet.

“Itu berarti, selain dinas dan Kemendikbud, ada pihak luar juga yang mengetahui data-data ini. Karena itu, kita berharap, mudah-mudahan data-data siswa tidak disebarkan untuk kepentingan orang tidak bertanggungjawab,” kata Suamole, Rabu (2/9).

Memang dirinya mendukung penuh langkah pemerintah, yang ingin memberikan bantuan pulda data gratis kepada siswa, untuk kepentingan pembelajaran secara Daring. Sehingga semua data siswa yang memiliki Hp Android telah dikirim.

“Seperti yang disampaikan, bahwa menyangkut dengan kecemasan saya, jangan sampai data siswa itu sampai ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab. Tapi mudah-mudahan tidak tersebar. Karena bisa timbul hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua. Selama ini kan, data siswa yang masuk lewat Dapodik sekolah, dikirim langsung ke admin Dapodik pusat. Sehingga saya yakin, tidak bisa terjadi seperti yang kita takutkan. Karena terkait dampaknya, pasti pemerintah juga sudah mempertimbangkannya. Sebab, ini berkaitan data semua siswa,” ungkapkanya.

Untuk proses pengiriman data siswa, Ia tidak mengirimkan semua data anak-anak didiknya. Karena ada siswa yang tidak memiliki Hp android. Sedangkan bantuan yang diberikan hanya berupa pulsa data internet, bukan pulsa biasa.

Terkait hal itu, Suamole tengah berupaya untuk mencari solusi bagi anak-anak didiknya yang tidak memiliki Hp android. “Terkait siswa yang tidak memiliki Hp android ini, memang menjadi kendala kita. Karena memang ada siswa maupun orangtua yang memiliki Hp, tapi itu bukan android. Sehingga tidak mungkin kita daftarkan untuk mendapatkan kuota internet. Jadi kita sementara upayakan supaya anak-anak yang tidak memiliki Hp android, juga bisa mendapatkan bantuan itu. Kita berharap, dengan data yang sudah kita masukan itu, tidak berdampak negative bagi anak-anak, tapi bisa membantu. Mudah-mudahan secepatnya bantuan itu terealisasi, agar anak bisa belajar tanpa membebani orangtua selama belajar di rumah ini,” harap Suamole. (LAM)

 

Comment