by

Delapan Desa Kelurahan Aman Dari Corona

Ambon, BKA- Sebanyak delapan desa/negeri maupun kelurahan di Kota Ambon, hingga saat ini masih dikategorikan aman dari penyebaran Covid-19. Diantaranya negeri Amahusu, desa Nania, desa Negeri Lama, negeri Laha, kelurahan Tihu, negeri Naku, negeri Kilang, dan negeri Leahari.

Kedelapan desa maupun kelurahan ini masih dikategorikan aman, karena hingga saat ini belum ada kasus Covid-19 yang dilaporkan terjadi pada sejumlah daerah tersebut.

Jubir Gugus TugasPpercepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan, dengan tidak adanya kasus yang dilaporkan, diharapkan seluruh masyarakat yang ada pada kawasan itu tidak lengah dan tetap ketat. Sehingga penyebaran corona tidak akan sampai menembus kawasan dimaksud.

“Diharapkan untuk daerah yang masih hijau itu, tidak lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Joy, kepada wartawan lewat rilisnya, Kamis (25/6).

Dijelaskan, penularan Covid 19 sangat erat hubungannya dengan mobilitas penduduk, kerumunan orang dalam jumlah besar, dan tidak mengenal batas wilayah. Dengan begitu, kedelapan wilayah tersebut dapat lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan, guna memastikan seluruh masyarakat yang ada tetap sehat dan kawasannya tetap aman.

Ia melanjutkan, selain kawasan aman tersebut, di Kota Ambon juga sudah diketahui kawasan mana yang rentan dan tidak. Yakni 6 kelurahan, desa atau negeri resiko rendah yaitu desa Galala, negeri Seilale, negeri Latuhalat, negeri Hatalai, negeri Ema dan negeri Rutong.

Sedangkan untuk 33 kelurahan, desa/negeri resiko sedang yakni, kelurahan Silale, kelurahan Waihaong, kelurahan Urimesing, negeri Urimesing, negeri Nusaniwe, kelurahan Nusaniwe, kelurahan Benteng, kelurahan Wainitu, kelurahan Mangga Dua, kelurahan Kudamati, kelurahan Uritetu, kelurahan Ahusen, kelurahan Honipopu.

Kemudian kelurahan Batu Gajah, kelurahan Batu Meja, kelurahan Karang Panjang, kelurahan Amantelu, kelurahan Waihoka, negeri Hatiwe Kecil, Negeri Soya, desa Waiheru, Kelurahan Lateri, Desa Lata, negeri Halong, negeri Passo, desa Poka, desa Hunut, negeri Rumah Tiga, desa Wayame, negeri Tawiri, negeri Hative Besar, negeri Hukurila dan negeri Hutumuri.

Dan untuk kawasan dengan resiko tinggi yaitu, desa Batumerah, kelurahan Pandan Kasturi dan kelurahan Rijali. Untuk itu, dengan adanya pelaksanaan PSBB yang dilaksanakan oleh pemerintah di Kota Ambon akan terus melakukan pencarian kasus.

“Itu akan ditingkatkan melalui peran aktif masyarakat dalam Gugus Tugas RT RW dan relawan Covid-19. Dengan cara mengajak masyarakat yang bergejala maupun memiliki penyakit penyerta, untuk melakukan skrining,” tuturnya.

Dikatakan, bila ditemukan kasus terkonfirmasi COVID-19, tim kesehatan akan menindaklanjuti dengan penelusuran kontak. Tergantung kondisi pasien dan keluarganya, maka akan dilakukan karantina/isolasi baik secara terpusat di rumah sakit atau diklat/penginapan, maupun secara mandiri.

“Isolasi mandiri sangat bisa dilakukan, namun tentunya membutuhkan dukungan baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ia melanjutkan, deteksi dini, peningkatan kapasitas pemeriksaan, peningkatan pelayanan perawatan, penelusuran kontak dan isolasi dibarengi dengan pembatasan sosial merupakan strategi yang diharapkan mampu menekan laju penularan Covid-19.

Hal ini bisa terwujud melalui kerjasama dari semua pihak antara lain pemerintah, swasta, media, akademisi dan masyarakat untuk menjalankan perannya masing-masing dalam penerapan PSBB yang sementara berjalan.

“Mari patuhi protokol kesehatan dan jaga jarak sosial sesuai anjuran. Apa yang kita kerjakan dapat memberikan kebaikan bagi keluarga dan orang-orang yang kita kasihi, yang mungkin dalam kondisi kesehatan yang lebih rentan dari diri kita sendiri,” pesannya. (DHT)

Comment