by

Demi Bangun Bandara, Kolut Habiskan Rp 14 Miliar untuk Ganti Rugi Lahan

Kolut, BKA- Lahan masyarakat seluas kurang lebih 36 hektare yang menjadi lokasi rencana pembangunan bandar udara (Bandara), di Kecamatan Kodeoha, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara.

Akhirnya, lahatn tersebut sudah sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut.

Tanah petakan perkebunan dan tambak itu siap dikerjakan pemenang tender proyek bandara yang diperkirakan dimulai pertengahan Juli mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kolut, Ir. Junus, mengatakan, total pemilik lahan yang tanahnya dibebaskan sebanyak 130 orang. Proses ini cukup alot karena tiga warga diantaranya memilih bertahan namun akhirnya luluh usai pertemuan intens.

“Kurang lebih tiga bulan kita negosiasi dan akhirnya dilepas. Semua sudah sepakat dan seluruhnya sudah menjadi tanah Pemkab,” bebernya, Jumat (26/6/2020).

Total luas lahan seluruhnya yang menjadi zona kawasan Bandara termasuk lahan Pemkab sebelumnya, seluas 60 hektare.

“Total dana seluruhnya kisaran Rp 14 miliar,” bebernya.

Kata Junus, untuk proses pelelangan sudah diserahkan ke ULP. Juli mendatang diharapkan sudah ada kejelasan hingga proses pematangan landasan pacu sepanjang 1600 meter itu segera digarap kontraktor.

“Kita akan bagi per petak agar pekerja tidak menumpuk. Tetap mengutamakan protokol kesehatan meskipun tidak terlalu berpengaruh karena pekerjanya juga tidak banyak yang terlibat,” imbuhnya.

Pada proses tersebut, akan diawasi ketat dan rutin dipantau. Sebab dasar landasan pacu yang dibangun nantinya bisa berujung pembongkaran ulang jika tak sesuai standar, meski sudah tuntas dikerja.

“Karena ada pengalaman kejadian seperti itu di daerah lain yang pekerjaannya sudah tuntas akhirnya dibongkar ulang karena tidak sesuai standar. Itu karena bisa membahayakan penerbangan dan pendaratan pesawat,” pungkasnya.(int)

Comment