by

Demo HPMT di Depan PLN Jeneponto Ricuh, Seorang Pendemo Sempat Diamankan Polisi

Ambon, BKA-Aliran listrik kwh atau kilometer Sekretaris Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) diputus PLN Rayon Jeneponto beberapa waktu yang lalu yang diakui Ketua HPMT itu secara sepihak.

Terkait hal tersebut, dengan dikomandoi Ketua HPMT Herdiawan DT, ratusan mahasiswa HPMT mengepung kantor PLN Jeneponto dengan sejumlah tuntutan yakni, evaluasi kinerja pegawai PLN rayon Kabupaten Jeneponto.

“Tangkap dan adili pelaku pengelosan menteran sekretaris dan pemberi kode temper, turunkan tarif dasar listrik bagi masyarakat, mendesak Polres Jeneponto untuk mengungkap kasus pengelosan kilometer, transparansi penyediaan MCB pada contoh undang-undang nomor 8 tahun 1009 tentang perlindungan konsumen,” pintanya.

Sementara, Manajer Rayon PLN Jeneponto M. Yusran Affandi menjelaskan, pada tanggal 21 Juni 2020 petugas PLN mendatangi Sekretaris HPMT didapati ada kabel, sehingga aliran listrik tersebut tidak melalui kwh meter atau kilometer.

“Makanya petugas PLN langsung mengamankan kwh meter selaku barang bukti. Kalau berapa lamanya, kami tidak tahu pasti karena dengan jelasnya barang buktinya berupa kwh meter,” kata M. Yusran Affandi, Jumat (24/7/2020).

Dia menjelaskan, adapun pembayaran denda kepada pelanggar itu sesuai aturan direksi PLN. Pasalnya kwh dia masuk kategori kontrak. “Itu denda P3 pelanggannya wajib melunasi dan kami juga berikan kebijakan pelunasan untuk mengangsur, nah itu yang belum menemui titik temu,” ucapnya.

Kata dia, berdasarkan penyampaian mahasiswa tadi bahwa itu adalah oknum yang bertindak tanpa sepengetahuan HPMT, ada yang otak-atik kwh meternya.

“Maka dari itu kalau ada gangguan, silahkan menghubungi PLN terdekat atau melalui call center 123. Apabila ada gangguan kwh meter maka PLN nantinya yang akan memperbaikinya dan itu tidak dipungut biaya,” terangnya.

Demo sempat diwarnai kericuhan setelah pendemo hendak membakar ban, akan tetapi pihak kepolisian berusaha menghentikannya. Salah seorang pendemo sempat diamankan polisi, akan tetapi dilepaskan kembali setelah ketua HPMT dan kawan-kawan menuntut rekan mereka dibebaskan.

Setelah itu, Ketua HPMT Herdiawan DT berusaha mendinginkan suasana dengan menenangkan rekan mereka agar tidak terjadi kericuhan antara aktivis dengan polisi. Kata dia, ini murni aksi solidaritas dengan adanya ulah PLN Jeneponto yang memutus aliran listrik sehingga segala kegiatan di HPMT lumpuh total.(int)

Comment