by

Desa Laksanakan Padat Karya Tunai

Ambon, BKA- Desa/negeri di Kota Ambon, telah melakukan program Padat Karya Tunai (PKT). Hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan dana desa (DD) yang telah disalurkan dari Pemerintah Pusat ke rekening desa yang ada.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Masyarakat dan Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Rulien Purmiasa menegaskan, sudah ada beberapa desa di Kota Ambon yang telah melaksanakan program tersebut dengan memanfaatkan Dana Desa.

Program Padat Karya Tunai ini, akuinya, merupakan program atau pekerjaan fisik yang dilakukan dengan melibatkan banyak orang di desa. Dengan begitu masyarakat yang ada di desa atau tenaga kerja di desa dapat tersalurkan dalam program Padat Karya Tunai, karena akan diberi upah melalui dana desa yang ada.

Upah yang ada merupakan dana sebesar 30 persen dari total pekerjaan yang dilakukan, dan akan langsung diberikan kepada masyarakat yang turut bekerja dalam program tersebut.

“Padat Karya Tunai itu adalah bentuk pekerjaan fisik yang di kerjakan, tapi cirinya itu dia menggerakan banyak orang yang bekerja. Dan nilai upahnya itu minimum 30 persen dari biaya pekerjaan peta merupakan ciri khas dari Padat Karya Tunai,” terang Purmiasa, kepada wartawan, Selasa (28/7).

Padat Karya tunai sendiri, Ia contohkan, seperti pekerjaan saluran air, penghijauan ataupun perbaikan jalan setapak yang ada di desa. Yang mana pemanfaatan dana desa sendiri saat ini memang lebih banyak digunakan untuk program tersebut oleh beberapa desa.

Akan tetapi, ada juga penggunaan dana desa yang ditujukan untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak Covid 19 bagi masyarakat di desa/negeri. Selain itu juga pemanfaatan dana desa sendiri juga dialokasikan untuk penanganan wabah covid 19 di Kota Ambon.

“Pemanfaatan dana desa ada yang sudah melakukan Padat Karya tunai, tapi rata-rata ada yang sudah terpakai untuk BLT dan yang penanganan Covid 19 itu sendiri,” sebut dia.

Ia menjelaskan untuk dana desa yang dimanfaatkan dalam penanganan covid 19 yakni dalam bentuk relawan covid hingga pembelanjaan rapid test.

“Dalam bentuk operasional Relawan Covid di desa, Gugus Tugas Desa, kemudian ada yang membuat tempat isolasi. Dan ada yang membiayai atau membelanjakan rapid test,” pungkasnya. (DHT).

Comment