by

Desa Tawiri Fokus Penanganan Covid-19

Ambon, BKA- Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon menunda semua program pemberdayaan dan pembangunan untuk bisa fokus pada penanganan covid-19. Berbagai upaya dilakukan untuk bisa menekan penyebaran pandemi.

Banyak program pemberdayaan yang sudah direncanakan hanya saja tertunda akibat 60 persen dana desa sudah dialokasikan untuk penanganan covid dan padat karya tunai. Untuk tahun sebelumnya pemberdayaan masyarakat berupa bantuan alat bagi warga yang ingin membuka usaha, seperti kelompok usaha bengkel dan lain-lain. Bukan saja program pemberdayaan yang ditunda tapi juga program pembangunan seperti pembangunan jalan dan sebagainya.

“Kegiatan pemberdayaan sebelumnya, yaitu pemberian modal bagi kelompok usaha namun untuk tahun ini pemberdayaan belum bisa berjalan. Itu karena sebagian besar dana desa dialihkan untuk penanganan covid-19. Kalau perencanaan untuk program tahun ini sudah dibuat dan diajukan hanya saja belum ada persetujuan dari kantor dinas pusat agar bisa dijalankan. Jadi benar-benar kami fokus untuk covid-19 saja. Sudah diajukan kegiatan tapi belum ada persetujuan untuk dilaksanakan,” tutur Antonia Tuahau, Pejabat Desa Tawiri.

Penanganan covid yang dilakukan sendiri berupa pembangunan portal dan pos jaga untuk masuk ke Desa Tawiri. Bekerja sama dengan tim gugus tugas yang ada, katanya, mereka menekan angka kepadatan yang terjadi di pasar Tawiri.

Dikatakan, masyarakat yang ditugaskan menjaga pos selalu mengingatkan warga yang kedapatan tidak menggunakan masker ataupun sengaja melepas masker saat melewati pos tersebut. Pembangunan portal bukan saja di jalan masuk tapi juga di setiap lorong dan gang yang ada di Desa Tawiri. Biaya pembangunan untuk setiap portal yang ada di ambil dari dana desa yang ada.

“Untuk awal penanganan kami lakukan penyemprotan desinfektan ke rumah warga dan tempat-tempat ibadah yang ada. Terus sosialisasi kepada warga. Kami juga punya posko di depan pasar agar bisa menekan kelalaian warga yang melanggar protokol. Untuk yang berjaga, yaitu tim gugus tugas secara bergantian sesuai jadwal yang ada. Setiap portal yang dibangun itu bersumber dari dana desa untuk penanganan covid-19,” bebernya. (MG-1)

Comment