by

Desa Waiheru Berdayakan Potensi Warga

Ambon, BKA- Pemerintah Desa Waiheru memberdayakan potensi warga dengan memberikan bantuan dari anggaran dana desa yang tersedia. Setiap potensi warga yang di kembangkan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Setiap aspirasi warga lewat musrembang yang di adakan, ditampung kemudian direalisasikan sesuai kebutuhan. Sekretaris desa mengakui selain program pembangunan, ada juga program pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang dan ada beberapa pemberdayaan yang dibantu pemerintah desa berupa alat dan bahan yang diperlukan.

“Pemberdayaan juga berupa pembangunan. Kalau pemberdayaan ada beberapa yang kami bantu, contohnya seperti kuliner kami bantu berupa etalase, ada juga bantuan alat bagi tukang jahit dan perbengkelan. Untuk kegiatan pembangunan juga sama saja dengan desa lain berupa pembangunan jalan untuk mempermudah akses jalan bagi warga.” tutur Farhan Rahmat Rakasima, Kepala Seksi Desa Waiheru.

Selain itu pemerintah desa juga mengupayakan air bersih bagi warga. Sebagian daerah Desa Waiheru memiliki air jenis payau yang kualitasnya belum layak di konsumsi. Untuk itu pemerintah desa berusaha pengadaan air bersih bagi keperluan warga.” Ada juga pipanisasi atau pengadaan air bersih. Sebagian kesediaan air di daerah ini yaitu air payau. Jadi sedang di usahakan untuk bisa tersedia air bersih bagi warga.” lanjut Rahmat
Pemberdayaan juga meliputi pertanian, katanya, Waiheru juga termasuk dalam salah satu pemacu inflasi bagi daerah Maluku.

Sayur-sayuran yang ditanam disediakan untuk persediaan pasar di Kota Ambon. Pemerintah desa dalam hal ini juga menopang dalam hal legalisasi dan pembentukan kelompok tani. Pemerintah desa mengakui bahwa pertanian merupakan milik perorangan, desa hanya membantu membuat kelompok tani lebih baik.

“Desa Waiheru merupakan penyuplai inflas terbesar di Kota Ambon. Kalau bantuan yang di berikan pemerintah desa yaitu berupa legalisasi bagi warga agar bisa mendapat bantuan dari dinas selain itu juga desa turut membantu dalam hal pembentukan kelompok tani,” ujarnya.

Masih banyak program pemberdayaan yang sudah di rencanakan sambungnya, namun belum di jalankan karena masalah pandemi Covid-19. Misalnya saja pemberdayaan bagi warga untuk membuat alat musik seperti gitar.

Dan semua pemberdayaan itu merupakan industri rumahan. “Kalau kemarin ada kelompok pembuat gitar namun dengan adanya Covid-19 ini sehingga masih belum berjalan lancar. Semua pemberdayaan tidak dijadikan sentra inovasi seperti kebanyakan desa tapi dijadikan industri rumahan yang menghasilkan ekonomi bagi warga sendiri. ” tutupnya. (MG-1)

Comment