by

Desak Gustu Perkuat Pelayanan

Tiga Srikandi PKS Temui Kasrul Selang
Ambon, BKA- Menindaklanjuti hasil tinjauan atas keluhan para pasien Covid-19 yang dikarantina di LPMP Poka Ambon, tiga Anggota Legislatif (Aleg) PKS menemui Ketua Harian Tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang. Mereka mendesak pihak Gustu, untuk lebih memperhatikan pelayanan pasien selama dikarantina.

Tiga Aleg asal PKS tersebut diantaranya, Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, dua Anggota DPRD Provinsi Maluku yakni Turaya Samal dan Rostina Hasyim. Mereka diterima langsung oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, Senin malam, (15/6).

Sejumlah keluhan dan evaluasi atas penanganan pasien yang terkarantina karena positif covid 19, disampaikan tiga legislator PKS itu.

Saadiah menandaskan, pasien covid yang dikarantina mengeluh dan merasakan kejenuhan karena jauh dari kerabat. Bahkan diantara para pasien, banyak yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga.

Maka menurutnya, pihak Gustu dapat membuat pola pendekatan dan penanganan psiko sosial agar pasien yang dikarantina tidak mengalami tekanan dan stres. “Penanganan psiko sosial dapat dipertimbangkan. Mereka merasa terbebani jauh dari keluarga. Beban makin berat ketika mereka berfikir tentang kebutuhan keluarga yang ditinggal di rumah,” ungkap Saadiah, lewat rilis Humas PKS yang dibagikan kepada koran ini, Selasa (16/6).

Saadiah juga berharap, agar perhatian Gustu Provinsi kepada para pasien dapat diperkuat terutama menyangkut layanan pengobatan kepada para pasien.

“Proses karantina yang dilakukan dapat ditindaklanjuti dengan perhatian khusus untuk layanan pengobatan kepada para pasien. Termasuk fasilitasi dan penyediaan obat-obatan alternatif yang pernah disebut oleh Pak Gubernur,” pintanya.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini juga mengingatkan, agar ada peningkatan dan penyediaan fasilitasi pengobatan bagi para pasien dimaksud. Sehingga dapat dipastikan para pasien dapat mengalami proses penyembuhan secara bertahap di tempat isolasi.

“Jika layanan kesehatan dan fasilitasi pengobatan diperoleh pasein yang dikarantina memadai, mereka dapat mengalami kesembuhan sebagaimana yang diharapkan,” tegasnya.

Saadiah juga mempertanyakan soal kemungkinan pasien yang diisolasi di LPMP Poka dapat melakukan proses karantina di rumah masing-masing. Yakni dengan tetap mengedepankan protap penanganan Covid-19.

Menanggapi hal itu, Kasrul Selang yang juga selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku mengaku, kriteria pasien menjalani karantina di rumah harus memenuhi beberapa kriteria. Pertama, kondisi pasien tidak bergejala, tidak ada penyakit bawaan yang dikhawatirkan. Kedua kondisi rumah, semisal ketersediaan kondisi toilet harus ada dua supaya tidak dipakai oleh anggota keluarga lain.

“Ketiga, anggota keluarga dalam rumah tidak boleh ada orang tua, ibu hamil, lalu orang yang punya penyakit bawaan. Dan yang keempat warga di sekitar bisa menerima atau tidak ?,” tanya Kasrul.

Ia menyebutkan, jika dasar pemenuhan kriteria untuk karantina mandiri terpenuhi, maka ditindaklanjuti sebagai aspirasi pasien dan keluarganya. “Namun, harus dipastikan tanggung jawab karantina mengikuti protap sebagai upaya memutus mata rantai virusnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Maluku, Turaya Samal juga meminta tim Gustu dapat memaksimalkan perhatian kepada Rumah Sakit (RS) rujukan Pemerintah Daerah agar dapat menjalankan perannya secara maksimal.

“Dukungan Pemda dapat sepenuhnya dilakukan pada RS yang menjadi rujukan untuk penangan pasien Covid. Karena trend penambahan pasien covid mengalami peningkatan signifikan. RS rujukan harus siap,” harapnya.

Dirinya juga mendesak Pemerintah Daerah menjalankan program jaring pengaman sosial kepada keluarga pasien. “Jaring pengaman sosial itu harus diutamakan bagi keluarga pasien juga. Karena sebagian pasien menjadi tulang punggung keluarga,” pesan Turaya. (UPE)

Comment