by

Dilanda Banjir Bandang, JaDI Minta Pilkada Luwu Utara Ditunda

Ambon, BKA- Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Luwu Raya berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara menunda pelaksanaan Pilkada yang sedianya diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu lantaran bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah Masamba.

“Saya usul KPU Luwu Utara melalui KPU Sulawesi Selatan agar menunda Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang,” kata Ketua Presidium JaDI Luwu Raya, Abdul Aziz kepada sejumlah media, Jum’at (17/07/2020).

Mantan Komisioner KPU Luwu Utara ini menilai bencana alam banjir bandang yang melanda Kecamatan Masamba, Baebunta dan beberapa desa di Kecamatan Sabbang serta Malangke Barat (Malbar) menelan puluhan korban jiwa, sehingga kepentingan kemanusiaan jauh diatas segalanya.

“Pilkada dan penangan bencana miliki kepentingan yang sama, namun bencana alam banjir bandang merupakan bencana kemanusiaan yang wajib di tempatkan diatas segalanya,” tegasnya.

Aziz mengatakan, mengingat adanya ruang berdasarkan, ayat (1) pasal 120, Perppu Nomor 2 Tahun 2020 atas perubahan ketiga UU Nomor 1 Tahun 2015 serta UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemelihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota.

“Bahwa dalam hal pada sebagian wilayah pemilihan, seluruh wilayah, sebagian besar daerah, atau seluruh daerah terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, bencana nonalam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan pemilihan atau pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan, maka dilakukan pemilihan lanjutan atau pemilihan serentak lanjutan,” bunyi pasal tersebut.

Adapun ayat (2) berbunyi pelaksanaan pemilihan lanjutan atau pemilihan serentak lanjutan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dimulai dari tahap penyelenggaraan pemilihan atau pemilihan serentak yang terhenti.

“Karenanya ada ruang yang bisa digunakan KPU untuk menundanya,” pungkas Aziz.(int)

Comment