by

Dinkes Diminta Fokus Cegah DBD

Ambon, BKA- Selain angka pasien positif terkonfirmasi Covid-19 yang terus meningkat, Kota Ambon juga diperhadapkan dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini. Komisi I DPRD Kota Ambon meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon agar fokus dalam pencegahan DBD.

Pasalnya, angka DBD berdasarkan data Dinkes Kota Ambon meningkat menjadi 35 kasus, terhitung sejak Januari-Juni 2020. Bahkan ada tiga kasus kematian yang terjadi akibat penyakit mematikan ini.

“Kita pahami bahwa Dinas Kesehatan saat ini sementara fokus terhadap penanganan Covid-19 di Kota Ambon. Tapi di satu sisi, Ambon ini sementara dihadapkan dengan kasus DBD dari sisi jumlah yang mencapai 35 kasus. Maka kita minta agar Dinas Kesehatan juga fokus terhadap penanganan DBD saat ini,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Julius Toisuta, kepada wartawan di Balai Rakyat DPRD Ambon, Jumat (3/7).

Sekretaris Fraksi Demokrat ini menilai, Ambon telah memasuki puncak musim penghujan sesuai data BMKG yang diprakriakan dapat bertahan hingga September 2020 mendatang. Dan jika Pemerintah Kota melalui dinas terkait tidak maksimal dalam pencegahan DBD, maka ditakutkan jumlah kasus DBD akan lebih meningkat dari jumlah kasus saat ini.

“Maka itu harus ada penanganan yang serius. Artinya di satu sisi konsentrasi penuh terhadap wabah Corona, tapi disatu sisi harus fokus juga terhadap pencegahan DBD. Jangan sampai fokus Pemerintah Kota lewat dinas terkait ini hanya pada pencegahan Corona, sementara kasus DBD terus naik. Apalagi ini kan sementara musim hujan,” tuturnya.

Menurutnya, Dinkes juga harus melakukan pencegahan seperti fogging atau pengasapan secara merata ke seluruh desa/negeri yang ada. Sehingga proses pencegahan terhadap DBD terlaksana di lapangan. Bahkan harus memaksimalkan sosialisasi pencegahan DBD ke masyarakat.

“Kalau dilihat DBD juga sama bahanya dengan Corona. Wabah Corona ini proses pengobatan cukup panjang, tapi DBD in bisa saja langsung meninggal. Maka kita minta agar dinas terkait juga tanggulangi dengan pencegahan seperti fogging dan lainnya untuk seluruh lingkungan yang ada, termasuk sosialisasi. Agar upaya pencegahan DBD benar-benar maksimal di masyarakat,” harap dia.

Seperti yang diberitakan koran ini, Kamis (2/7) kemarin, Kepala Dinkes Kota Ambon, Wenddy Pelupessy mengatakan ada 35 kasus DBD yang terjadi selama 2020. Dimana ada tiga kasus kematian akibat DBD. Sehingga pihaknya melakukan fogging di beberapa titik yang menjadi lokasi endemic sesuai penelusuran kasus positif DBD.

Kata Wendy, dengan kondisi musim penghujan saat ini, banyak tempat yang bisa menjadi lokasi bertumbuhnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah atau aides aigepty.

Fogging sendiri dilakukan sesuai dengan permintaan masyarakat yang ada di lokasi endemic, untuk membunuh nyamuk yang ada sehingga penyebaran penyakit tersebut dapat diputus.

“Sebelumnya warga dikawasan endemik DBD sangat berharap Pemkot untuk segera melakukan program pengasapan. Dengan harapan penyebaran kasus penyakitnya bisa diminimalisir,” sebutnya.

Selain fogging, pihaknya juga memberikan bubuk abate kepada masyarakat untuk dapat ditaruh di tempat-tempat yang menjadi lokasi baik pertumbuhan nyamuk aides aegepty. Termasuk melakukan himbauan ke masyarakat untuk membersihkan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebar DBD.

“Langkah pencegahan, dihimbau untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan 3M Plus, mengingat sekarang ini sudah masuk musim penghujan,” pesan Wendy. (UPE/DHT)

Comment