by

Dinkes Sediakan 23 Posko Kesehatan

Ambon, BKA- Menghadapi pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menetapkan lokasi Posko Kesehatan Siaga Covid-19 yang berada pada 22 puskesmas, dan 1 posko induk di kantor Dinkes Kota Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, petugas kesehatan yang ada pada lingkup Pemerintah Kota telah siap untuk menempati posko kesehatan yang disiapkan pihaknya.

Untuk posko kesehatan sendiri, berada pada semua puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Ambon dan disediakan juga 1 unit posko induk untuk menangani masalah Covid 19 di Kota Ambon.

“Pos kesehatan ada di semua puskesmas, jadi semua ada 23 posko kesehatan,” tegas Wendy, kepada wartawan, Selasa (2/6).
Menurutnya, posko tersebut disediakan untuk menerima pengaduan layanan dari masyarakat saat ada masyarakat yang memiliki gejala Covid-19.

Mengingat, di Kota Ambon sendiri telah masuk dalam zona merah. Bahkan saat ini, kasus Covid 19 di Ambon terus bertambah. Sehingga perlu ada kesiapan dari tenaga kesehatan untuk dapat sigap dalam melayani pengaduan yang ada.

“Keluhan nomor kontak bisa dihubungi, ada tiga nomor satu diantaranya bisa menghubungi stafnya Remes Talle 081262331112. Pelayanan tetap 24 jam,” sebutnya.

Untuk pembagian jam pelayanan bagi posko induk di kantor dinas kesehatan sampai dengan jam 22.00 WIT sedangkan untuk posko-posko yang berada di 22 puskesmas sampai berakhirnya jam dinas.

“Yang di dinas sampai jam 10 malam, setelah itu uncall. Tapi kami tetap standby. Untuk puskesmas sampai jam dinas, setelah itu dialihkan ke posko induk,” tambah Wendy.

Dilanjutkan, keluhan dari masyarakat akan dilihat oleh pihaknya dengan melakukan pengecekan anamnesa terhadap pasien. Anamnesa bertujuan agar pihaknya dapat melakukan persiapan sebelum turun.

Persiapan, lanjutnya, harus dilakukan untuk mengantisipasi tenaga kesehatan yang turun untuk memeriksa pengaduan masyarakat tetap aman dan tidak tertular saat masyarakat yang dicek merupakan pasien Covid 19.

“Kita harus anamnesa dulu, dia apa dulu supaya kita persiapan baju dan ambulance dan apa yang harus dipakai. Tidak bisa langsung turun. Kalau misalnya turun hanya dengan masker, lalu kalau positif harus anamnesa dulu. Ini jugakan tidak emergency, Covid-19 itu bukan jantung lalu emergency karena petugas by telepon tidak bisa langsung turun,” pungkasnya. (DHT)

Comment