by

Dinkes Target 3000 Masyarakat Ikut Rapid Test

Ambon, BKA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menargetkan sebanyak 3000 masyarakat akan mengikuti rapid test, selama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), yang diberlakukan selama 14 hari, sejak 8 hingga 22 Juni mendatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, Robert Chandra, mengungkapkan, target utama dari pelaksanaan rapid test tersebut, yakni, masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas.

Sampai sejauh ini, katanya, Dinkes Kota Ambon sudah memenuhi setengah dari target yang ditentukan. “Kita targetkan sekitar 3000 ribuan pemeriksaan yang kita lakukan (rapid test, red) dan sudah berjalan setengahnya sampai saat ini. Kita targetkan selama 2 minggu masa PKM ini,” ungkap Robert, kepada wartawan di ULA, Rabu (17/6).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, Robert Chandra

Dari hasil rapid test yang dilakukan Dinskes Kota Ambon selama ini, katanya, ternyata banyak masyarakat yang reaktif. Sehingg dia berkesimpulan kalau banyak masyarakat Kota Ambon yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Dan 10 hari ini, kita sudah dapat cukup banyak kasus yang reaktif ditengah masyarakat yang datang berobat di puskesmas. Dan ini mengindikasikan, memang yang tadi disampaikan bahwa banyak sekali kasus tanpa gejala yang terjadi di tempat kita,” tuturnya.

Untuk masyarakat yang mengikuti rapid test sendiri, katanya, merupakan pasien dengan potensi imun tubuh cepat turun, seperti ibu hamil, lansia, hingga orang dengan penyakit penyerta.

Hal itu dilakukan, terangnya, karena orang yang imun tubuh cepat turun lebih rentan terkena virus, dibanding orang yang kondisi imunnya tinggi.

“Kemudian Puskesmas juga. Pada PKM ini, kita melakukan langkah strategis melalui pemeriksaan rapid berkala terhadap pasien yang datang di Puskesmas. Dan kita utamakan pasien lansia, pasien yang punya penyakit penyerta dan kita juga lakukan pada yang imunnya turun, seperti pada ibu hamil,” tambahnya.

Dengan begitu, pihaknya akan terus melakukan rapid test untuk nantinya dapat mengetahui dengan pasti, jumlah pasien yang datang ke Puskesmas yang juga reaktif Covid-19 hasil rapid test.

“Rapid test memang belum menentukan pasien positif Covid-19 atau tidak. Tetapi dengan hasil yang reaktif, masyarakat bisa berupaya untuk menaikan imun tubuh maupun melakukan karantina mandiri,” pungkasnya.(DHT)

Comment