by

Dinsos Akan Evaluasi Penyaluran Bansos

Ambon, BKA- Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Tein Paliaky, mengatakan, panyaluran Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak Covid-19 akan dievaluasi.

Proses evaluasi tersebut, katanya, perlu dilakukan untuk memastikan, apakah Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat (Pempus) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Desa (Pemdes) sudah tersalurkan sesuai dengan data atau tidak.

“Jadi dari Pemkab sudah punya langkah-langkah. Pertama adalah, sebelum bantuan dari daerah kita bagikan kepada masyarakat, kita akan lakukan evaluasi dulu terkait penyaluran BST dari pusat tahap I dan II, serta BLT dari desa. Apakah sudah tersalurkan sesuai data yang ada atau tidak. Jangan sampai ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan,” terang Paliaky, Sabtu (25/7).

Pemkab MBD, katanya, tidak menginginkan ada masyarakat yang mengeluh karena belum mendapatkan bantuan. Sehingga proses evaluasi akan dilakukan secara maksimal, guna bisa mengahasilkan data yang akurat disemua desa yang ada di kabupaten berusia 12 tahun ini

“Pak Bupati takut, ada keluarga yang tidak kebagian bantuan. Sehingga sesuai dengan kesepakatan Dinsos bersama Gugus Tugas (Gustu), Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, bantuan daerah kita pending dulu. Menunggu hasil evaluasi setelah BLT desa selesai dibagi, supaya masyarakat yang belum dapat itu diakomodir masuk ke bantuan provinsi dan kabupaten. Itu yang disampaikan pak Bupati kepada kita seperti itu. Bahwa jangan sampai orang lain bersungut karena tidak mendapatkan bantuan. Sebab itu, kita akan usahakan agar semua masyarakat itu terlayani,” ucapnya.

Paliaky mengaku, penyaluran Bansos di Kabupaten MBD memang terbilang sulit, karena geografis daerah kepulaun. Sehingga banyak masyarakat terdapat Covid-19 yang sulit untuk dijangkau.

Walau begitu, Pemkab MBD akan tetap berusaha untuk menjangkau semua masyarakat yang berhak untuk menerima bansos, walau memerlukan waktu.

Untuk itu, Paliaky berharap agar masyarakat bisa tetap bersabar untuk menunggu. Karena semua masyarakat yang berhak, pasti akan mendapatkan bantuan pemerintah.

“Karna memang kita ini daerah pulau-pulau, kemudian karena Covid-19 ini kapal-kapal belum jalan secara baik, maka itu sangat berdampak. Proses penyaluran bantuan membutuhkan waktu, dan tentu proses evaluasi pun akan lambat. Tapi pak Bupati sudah sampaikan, agar masyarakat bisa bersabar dulu. Kalau ada masyarakat yang tidak dapat dari dana pusat dan desa, maka kita akan layani semua. Jadi bantuan yang ada ini tetap disalurkan, tapi harus menunggu hasil evaluasi dulu. Kalau kabupaten lain mungkin sudah selesai, karena bantuan daerah itu, provinsi 20 persen, kabupaten 80 persen. Tapi kita akan evaluasi dulu, barulah bantuan daerah kita salurkan. Ini yang sudah diatur. Jadi bagi masyarakat mohon bersabar saja,” tandas Paliaky. (LAM)

Comment