by

Direktur Bantah RSUD Dobo Mogok Kerja

Ambon, BKA- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Aru, dr. Watty, membantah adanya aksi mogok kerja ratusan tenaga medis di rumah sakit itu.

“Yang sebenarnya tidak ada mogok kerja. Jadi sekali lagi saya tegaskan ya, bahwa tidak ada aksi mogok kerja. Aktivitas rumah sakit pasca aksi kemarin tetap berjalan normal, pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik sampai saat ini,” tegas Watty, via seluler, Minggu (17/5).

Menurut dia, aksi bawahanya (tenaga medis) tersebut sebagai bentuk dukungan kepada rumah sakit, karena sesuai amanat undang-undang, rumah sakit akan refocusing anggaran sebesar lima puluh persen untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Jadi yang jelas aksi itu hanya sebagai dukungan, karena mau refocusing anggaran kita. Ya agar anggaran kita jangan dipotong terlalu banyak,” ucapnya.

Selain itu, lebih lanjut dia katakan, kehadiran anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya Komisi III di rumah sakit, kemarin, bukan untuk menyikapi aksi mogok tersebut.

Tetapi mereka (DPRD) mengunjungi rumah sakit untuk mengecek kesiapan penanganan Covid-19, kalau ada pasien nanti.

“Ya, intinya DPRD ke rumas sakit adalah untuk mengecek kesiapan kami (rumah sakit), seperti ruangan isolasi, kesiapan alat-alat medis dan lainnya,” jelasnya

Dirinya juga menjelaskan, refocusing anggaran artinya merelokasikan kembali anggaran sebesar 50 persen untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Aru. Jadi refocusing anggaran tersebut, bukan saja terjadi pada Rumah Sakit Umum Cendrawasih Dobo, tetapi secara nasional dan regulasinya sesuai undang-undang.

“Jadi sekali lagi saya mau bilang, bahwa tidak ada aksi mogok. Aksi kemarin hanya sebagai bentuk dukungan, agar anggaran kita jangan direfocusing, karena sangat berdampak nantinya bagi proses kesehatan di rumah sakit. Ya dan puji Tuhan, setelah pertemuan dengan DPRD, anggaran kita tidak ada pemotongan sedikitpun, malah ada penambahan,” beber Direktur rumah sakit itu.

Diketahui sebelumnya, dihadapan pegawai dan tenaga hononer RSUD Cendrawasih Dobo, salah satu Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Jafar Hamu, mengatakan, memang seluruh OPD diinstruksikan untuk melakukan pemotongan belanja modal sebesar 50 persen. Tapi untuk gaji para pegawai dan honorer tidak. Apalagi tenaga medis maupun seluruh pegawai di RSUD yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Kami sudah paham dan akan berupaya tambah anggaran untuk RSUD, karena ada insentif untuk seluruh pegawai RSUD. Dan saudara-saudara merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Jadi saya tegaskan, tidak ada itu pemotongan,” tandas Jafar Hamu. (WAL)

Comment