by

Disdik Diminta Secepatnya Ambil Kebijakan Bantu Siswa

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah di Kota Ambon mendesak Dinas Pendidikan (Dsdik) Kota Ambon agar secepatnya mengambil kebijakan yang tepat, guna membantu siswa dalam belajar.

Kepala SD negeri 2 Latihan SPG, Rosina Hattu, mengatakan, hal itu dirasakan penting, selama proses belajar mengajar masih berlangsung secara jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Kalau hal itu tidak dilakukan, maka proses belajar mengajar hanya disesuaikan dengan kemampuan sekolah.

“Kita mintakan itu, karena merasa prihatin melihat anak-anak didik kita saat ini sulit belajar karena terkenda fasilitas. Tapi mau seperti apa, kita dilarang untuk belajar tatap muka, sehingga mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, harus tetap belajar Daring. Kalau pun secara Luring, hanya bisa berharap pada buku paket atau LKS saja. Karena kalau tidak, mereka tidak bisa belajar. Lalu kalau tidak ada kebijakan untuk melihat persoalan ini, apa yang nantinya terjadi kedepan,” ungkap Hattu, Jumat (21/8).

Dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), para siswa maupun orangtua terus mengeluh karena terkendala dalam berbagai hal. Pertama, orangtua mengeluh tidak mempunyai uang untuk membeli pulsa setiap hari. Ada juga yang mengeluh karena tidak punya Hp android.

Kedua, PJJ ini sangat butuhkan pendampingan orangtua, sehingga mereka juga mengeluh karena tidak tahu mau dampingin anak untuk belajar atau bekerja setiap hari. Untuk tingkat sekolah lain, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau siswa SD, harus ada pendampingan orangtua.

“Lalu kalau orangtua sudah mengeluh tidak sanggup lagi, kita mau buat apa. Menurut saya, kalau PJJ dipertahankan maka siswa maupun orangtua akan susah. Kalau sudah begitu, pasti anak-anak akan tertinggal,” ungkap Hatu,

Untuk itu, katanya, yang bisa menjawab kebutuhan siswa maupun orangtua saat ini adalah kebijakan untuk mengembalikan proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah.

“Ini hanya pikiran kita. Tergantung pemerintah mau seperti apa. Jadi kita ada dalam belajar kelompok-kelompok kecil di sekolah. Kalau ini dilakukan, orangtua bisa mengatur waktu, mangantar anak ke sekolah dan kembali bekerja,” terangnya.

Terkait teknis pembelajaran di sekolah, katanya, dapat diatur sesuai protokoler kesehatan, sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Kita bagi kelompok saja, lalu belajar di sekolah. Nanti teknisnya itu kita yang atur. Dari pada anak-anak itu mengalami masalah dalam belajar Daring setiap hari. Itu kebijakan yang tepat bagi kita. Atau ada kebijakan lainnya, mohon agar secepatnya diambil agar anak-anak tidak terus mengeluh dengan proses PJJ in,” pungkasnya. (LAM)

 

Comment