by

Disdik MBD Berharap Secepatnya Perubahan Status Zona

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berharap, status zona kuning yang disandang kabupaten itu secepatnya menjadi hijau di awal tahun ajaran baru 2020/2021.

Harapan tersebut disampaikan oleh Plt Kadisdik MBD, Ferdinand Lewier, agar proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan di sekolah. Tidak lagi menggunakan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dia mengakui, untuk penerapan pola pembelajaran jarak jauh secara Dalam Jaringan (Daring) maupun Luar Jaringan (Luring), kabupaten memiliki berbagai hambatan.

“Karena masih dalam zona kuning, sehingga kita belum bisa melakukan KBM secara tatap muka di sekolah. Padahal, kita sangat berharap, secepatnya zona hijau, supaya kita tidak lagi belajar Daring atau Luring. Sebab untuk PJJ ini, kita punya banyak kendala,” kata Lewier, Selasa (14/7).

Saat ini, ungkapnya, hanya tersisa satu pasien Covid-19 yang belum sembuh di kabupaten itu, dari jumlah sebelumnya sebanyak lima pasien. Sehingga dia sangat berharap, satus zona kuning itu secepatnya berubah menjadi zona hijau.

“Jadi sebenaranya, mulai tahun ajaran baru ini, kita sudah lakukan KBM secara tatap muka. Tapi karena kita masih zona kuning, sehingga harus tetap tunduk pada peraturan yang ada. Yang mana, daerah yang masih zona merah, orange, dan kuning, dilarang untuk melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di kelas, kecuali daerah zona hijau. Itu yang kita berharap, secepatnya MBD zona hijau, supaya kita bisa belajar di sekolah,” bebernya.

Menurutnya, jika pada saatnya, MBD kembali ke zona hijau, maka sudah pasti KBM langsung dilakukan secara tatap muka di sekolah. Meskipun harus sesuai dengan jenjang Satuan Pendidikan (SP), mulai dari SMA dan SMK, barulah diikuti oleh SMP dan SD

“Aturannya memang sudah seperti itu, jadi kita tidak bisa melangkahi. Intinya, yang kita harapkan, status zona di MBD ini kembali hijau dulu, baru kita bisa atur selanjutnya sesuai dengan aturan. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) kesepakatan keempat menteri beberapa waktu lalu,” pungkas Lewier. (LAM).

Comment