by

Disdik Pastikan Kurikulum Darurat Diterapkan

Ambon, BKA- Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Ambon, Merry Mairuhu, mengatakan, terkait penerapan kurikulum darurat di Kota Ambon, masih menunggu Peraturan Waliko (Perwali).

Tapi dia memastikan, kurikulum khusus ini akan diterapkan di semua di tingkat sekolah di Kota Ambon, jika perwali sudah diterbitkan.

“Sepanjang Kota masih dalam zona merah, kita akan tetap belajar Daring. Itu berarti, pedoman pembelajaran kurikulum darurat pasti diterapkan di semua tingkatan sekolah. Baik TK, SD, dan SMP. Hanya saja, Perwali belum keluar. Jadi kita masih menunggu. kalau perwalinya sudah keluar, maka pedomana pembelajaran itu langsung kita terapkan,” ujar Mairuhu, Selasa (15/9).

Sebelumnya dikabarkan, pasca Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, satuan pendidikan atau sekolah dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Berdasarkan itu, sebenarnya pihak sekolah bisa langsung menerapkannya sesuai dengan kebutuhan sekolah. Namun, karena pertimbangan keseragaman pola belajar, maka pihak Disdik Ambon akhirnya mengambil kebijakan untuk melakukan keseragama, dengan menyusun pedoman pembelajaran.

“Agar ada keseragaman penerapan kurikulum khusus ini di semua sekolah, makan kita dari dinas menyusun pedoman pembelajaran untuk nanti digunakan oleh sekolah. Tapi sementara ini, kita masih menunggu Perwali. Jadi belum diterapkan,” terangnya.

Kata Mairuhu, dengan adanya pedoman pembelajaran itu, sekolah tidak sendiri. Melainkan akan dipandu oleh pihak Disdik. Hal itu dilakukan, agar dalam penerapan kurikulum khusus dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Jadi tidak berjalan kerja sendiri. Dalam proses pembelajarannya pun nantinya akan dipandu langsung dari Dinas Pendidikan. Ini kita kerjasama, demi anak-anak didik bisa tetap belajar dikondisi sekarang ini. Kita berharap, Kota Ambon kembali ke zona hijau, supaya proses belajar kembali berjalan normal,” pungkas Mairuhu. (LAM)

 

Comment