by

Disdikpora Tawarkan Tiga Opsi Sistem Belajar

Ambon, BKA- Sejak ditetapkan wabah Covid-19 menjadi bencana non alam oleh pemerintah pusat, proses belajar mengajar di sekolah pun dihentikan. Hal ini juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), untuk memutus mata rantai penularan virus itu.

Namun untuk tahun pelajaran baru 2020/2021, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten SBT berencana akan membuka kembali pelaksanaan belajar mengajar di sekolah.

Rencana tersebut dilakukan Disdikpora SBT dengan menawarkan tiga opsi kepada Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 SBT, untuk dikaji.

Tiga opsi pembelajaran disampaikan Plt Kepala Dinas Dikpora Kabupaten SBT, Sidik Rumalowak, pada rapat bersama yang dengan tim Gustu Covid-19 SBT, di Aula Pandopo Bupati SBT, Rabu (10/6).

Dalam rapat tersebut, Sidik menjelaskan, tentang teknis pelaksanaan belajar mengajar ditengah Pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Tiga opsi itu, yakni, pertama, seluruh siswa masuk sekolah seperti biasa. Kedua, siswa sekolah seperti biasa, tapi tidak semua. Sebagai jumlah siswa dalam kelas boleh masuk, sementara sebagian lainnya masuk pada sift berikut. Itu untuk membatasi jumlah orang dalam kelas. Sedangkan opsi ketiga, seluruh siswa kembali sekolah. Tapi sekolah dari rumah.

Sekertaris Tim Gustu Covid-19 SBT, Usman Keliobas, usat rapat bersama itu, mengatakan, kalau ketiga opsi itu sudah disampaikan kepada Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas, selaku Ketua Tim Gustu.

“Beliau (bupati, red-) menyarankan untuk tim Gustu bentuk tim kecil, untuk merancang teknis pelaksanaan itu,” jelas Usman.

Untuk itu, katanya, dalam waktu dekat, tim Gustu Covid-19 SBT akan bekerja, sehingga pemberlakuan sistem pendidikan yang baru akan dilaksanakan diawal tahun pelajaran baru.

Dia juga menjelaskan, kalau proses belajar mengajar pada tahun pelaran baru 2020/2021 akan diberlakukan berbeda untuk setiap zona.

“Pemberlakuan sistem pendidikan baru itu diberlakukan berdasarkan zonasi. Yakni, kecamatan yang tidak ditemukan kasus positif Covid-19 (zona hijau), akan diberlakukan berbeda dengan kecamatan yang terdapat pasien positif Covid-19,” pungkasnya.(LAN)

Comment