by

Dishub Pantau Pembatasan Penumpang

Ambon, BKA- Ingin pastikan pengendara patuhi pembatasan penumpang 50 persen, Dinas Perhubungan (Dishub) kota Ambon turun jalan memantau aktivitas angkot dan mobil penumpang, Jumat (11/9). Selain pembatasan penumpang, penertiban parkiran kendaraan juga menjadi fokus Dishub.

“Pantauan yang kita lakukan ini untuk memastikan pembatasan penumpang 50 persen masih dipatuhi pengendara. Baik angkot dan kendaraan lainnya. Dan ketika ditemukan melebihi, maka akan kita tindak. Kita akan turunkan penumpang yang dianggap melebihi,” ungkap Plt Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette, kepada wartawan di depan Balai Kota, Jumat (11/9).

Dijelaskan, saat ini Dishub juga mulai fokus terhadap penertiban parkiran. Bahkan penertiban parkiran sudah dilakukan di hari-hari sebelunya. Hanya saja dengan kondisi hujan beberapa hari ini, penertiban yang dilakukan tidak maksimal.

“Karena kondisi curah hujan waktu lalu dan kita sibuk dalam patroli dalam rangka PSBB transisi tahap empat. Sehingga masalah penertiban di dalam Kota juga sedikit terganggu,” bebernya.

Dijelaskan Robby, penertiban yang dijalankan pihaknya, tidak pakai belas kasihan. Siapapun yang melanggar, maka akan kena sanksi sesuai aturan yang berlaku. Bahkan akan menertibkan sejumlah parkiran ganda di depan Pos Lantas, jalan Imam Bonjol.

“Seluruh angkutan maupun kendaraan yang tidak tertib parkir, Itu kita tetap lakukan penindakan. Jadi nanti ada penggembokan hingga penggembosan ban kendaraan. Jadi jangan bertanya, kenapa ban digembos atau digembok,” tegas Robby.

Menurutnya, seluruh penertiban dilakukan tidak pandang bulu. Termasuk parkiran ganda yang sering terjadi di Pos Lantas Imam Bonjol.

“Itukan mereka (Polantas) keterbatasan areal. Mereka punya armada cukup banyak, namun kita sudah berkoordinasi. Bukan saja Polantas, kita juga sudah berkoordinasi dengan Polda. Terkait dengan parkiran kendaraan anggota Polda yang menempati ruas jalan Pattimura dan Ahmad Yani,” sebutnya.

Intinya, sambung dia, baik kendaraan milik pejabat maupun masyarakat sipil, dipastikan akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“ASN Pemerintah Kota saja kami tindak. Oleh sebab itu, siapapun dia di mata hukum sama. Jadi kita harus berikan penindakan. Jadi kalau kendaraan yang digembosi bannya, saya mohon maaf. Karena itu harus digembosi,” pesan Robby.

Ia menambahkan, selama PSBB maupun PSBB Transisi, puluhan kendaraan telah ditindak oleh pihaknya. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Dan penertiban akan terus dilakukan meski dalam suasana pandemi Covid-19.

“Masih puluhan. Kalau tidak ada hujan kita akan tindak lagi. Proses tetap berjalan selama PSBB ataupun aturan terkait dengan memutus mata rantai Covid-19,” cetusnya.

Ia berharap, masyarakat Kota Ambon bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan dan membuat ruas jalan terlihat elok.

“Diminta masyarakat itu sadar. Mau sampai kapan. Persoalan dari waktu ke waktu ditemukan kendaraan tidak tertib itu semakin tinggi. Baik itu roda dua maupun roda empat. Saya minta agar masyarakat bisa menjaga ketertiban berlalu lintas dan ketika parkir di ruas jalan,” tutup dia. (BKA-1)

 

Comment