by

Disnaker Siap Mediasi Korban PHK

Ambon, BKA- Merebaknya corona virus disease 2019 (Covid-19), turut berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Salah satunya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami sejumlah karyawan di Kota Ambon. Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Kota Ambon, siap memediasi para karyawan korban PHK.

Kepala Disnaker Kota Ambon, Godlief Soplanit mengatakan, dengan adanya PHK yang dilakukan perusahaan akibat pandemi covid 19, pihaknya selaku dinas terkait dari Pemerintah Kota, harus menjadi penengah dari perusahaan dan pekerja.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang melaporkan terkait adanya PHK yang dilakukan, dan sudah ditangani langsung oleh pihaknya.

“Ada beberapa perusahaan yang lapor, lalu kita yang tindak lanjuti untuk mediasi saja. Anak-anak sudah stand by di pos atau kantor untuk melakukan mediasi,” terang Soplanit, kepada koran ini, Selasa (12/5).

Dijelaskan, pihaknya telah menyiapkan petugas yang akan melayani laporan yang masuk sehingga mempermudah proses yang dilakukan.

Untuk pelaporan sendiri, sebutnya, lebih banyak berasal dari karyawan hotel yang ada di Kota Ambon. Mengingat adanya pandemi covid 19 di Ambon, mempengaruhi pendapatan pihak hotel karena banyak masyarakat yang memilih tinggal di rumah.

Ia menjelaskan, untuk menyikapi pelaporan yang masuk, pihaknya telah menetapkan standar yang dapat dipakai agar tidak merugikan pekerja yang di PHK maupun perusahaan.

“Mediasinya dilakukan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), mengingat mediasi tidak boleh dilakukan sembarangan,” cetusnya.
Tak hanya itu, saat ada pihak yang tidak puas dengan hasil mediasi yang dilakukan oleh Disnaker dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

“Kalau misalnya para pihak terkait tidak puas atau keberatan, maka itu harus ditindaklanjuti ke Pengadilan Hubungan Industrial,” tambahnya.
Ia menilai, pegawai yang ada di satu perusahaan tidak dapat di PHK dengan sembarangan, tapi ada mediasi yang dilakukan terlebih dahulu.

“Tidak bisa langsung pecat, tapi penyelesaiannya harus lewat mediasi. Pengadilan Hubungan Industrial juga turut membela, artinya kita harus melakukan mediasi. Kalau tidak masalah tidak dapat diteruskan,” ujar dia.

Dan untuk mediasi sejauh ini dengan menggunakan SOP, belum dapat dilakukan. Karena saat ini Kota Ambon masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Dan tidak dapat melakukan aktivitas kumpul-kumpul. Sehingga, pihaknya memberikan alternatif lain yakni dengan langsung menghubungi petugas melalui seluler dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

“Kalau kita ikut mediasi dengan SOP, sedangkan Kota Ambon sudah masuk zona merah. Kita juga khawatir karena anak-anak sebagai mediator juga khawatir untuk melakukan kontak fisik. Jadi kita hanya menyampaikan pengumuman, kita berikan nomor contact person supaya nanti persoalan di mediasi by phone atau media elektronik,” tutup dia. (DHT)

Comment