by

Disnaker Terima Lima Kasus PHK

Ambon, BKA- Sepanjang pandemi Covid-19, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon menerima lima kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan yang beroperasi di Kota Ambon. Sebagian besar adalah karyawan hotel dan penginapan yang di PHK.

Dari lima kasus tersebut, dua kasus telah dimediasi dengan melibatkan DPRD Kota Ambon. Sementara tiga kasus lainnya sementara diupayakan untuk dilakukan mediasi.

Kepala Disnaker Kota Ambon, Godlief Soplanit mengatakan, pihaknya telah menerima surat masuk dari tiga perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan mereka akibat merebaknya wabah Corona.

“Sepanjang wabah Covid-19, kita sudah terima 5 kasus PHK. Dua kasus sebelumnya sudah kita mediasi, dan tiga kasus baru kemarin kita terima. Tiga perusahaan yang masukan surat ini mengistirahatkan karyawan di rumah. Tapi karena tidak bisa lepas dari SOP, makanya kita sementara tindaklanjut untuk lakukan mediasi,” ungkap Soplanit, ketika dihubungi koran ini, Senin (27/4).

Menurutnya, dengan kondisi wabah saat ini pihaknya tidak bisa menafsirkan aturan terhadap persoalan PHK. Akan tetapi, pihaknya akan berupaya mencari jalan tengah lewat mediasi. Paling tidak, kata dia, ada hak-hak karyawan yang dibayarkan ketika di PHK akibat dampak dari Covid-19.

“Kita tidak bisa tafsir aturan secara ansih, karena kondisi Corona ini force majeure. Jadi kita cari jalan tengah, yang penting karyawan bisa dapat hak walaupun kecil dan perusahan juga bisa kendalikan. Karna memang pemasukan untuk perusahan produktifitas tidak ada. Jadi nanti kita upayakan untuk cari solusi,” terangnya.

Dijelaskan, jika terjadi PHK maka minimal ada pembayaran pesangon dari perusahaan sampai pada tingkat THR ketika mendekati hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Natal. Yakni sesuai dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Tetapi, karena perusahaan tidak beraktivitas, jadi mau bayar karyawan dengan gaji seperti apa, jadi susah. Karena yang paling terdampak akibat Covid-19 ini hotel dan penginanapan. Memang kondisi Ambon tidak seperti pulau Jawa, maka kita sementara berupaya lakukan mediasi,” ujar Soplanit.
Untuk tiga perusahaan ini, lanjut dia, pihaknya akan mencoba mediasi agar hasilnya seperti dua perusahaan sebelumnya.

“Kalau dua perusahaan sebelumnya kita sudah capai win-win solution. Yakni mereka yang awalnya kerja satu bulan tapi karena wabah Corona jadi hanya bekerja 15 hari, dan gajinya dibayarkan 50 persen. Sehingga tiga perusahaan ini juga kita akan upayakan seperti itu, tapi nanti dilihat hasil mediasinya seperti apa. Minimal ada hak-hak mereka yang diterima,” tutup Soplanit. (UPE)

Comment