by

Disperindag Akan Sanksi Pedagang Nakal

Ambon, BKA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon akan memberikan sanksi kepada para pedagang maupun distributor yang kedapatan menaikkan harga sepihak, di tengah pandemi Covid 19. Sanksi tersebut berupa teguran hingga pencabutan izin usaha.

Kepala Disperindag Kota Ambon, Pieter Leuwol menegaskan, selama bulan suci Ramadhan, pihaknya tetap melakukan operasi pasar dalam bentuk pengawasan lapangan. Dimana pihaknya akan mengawasi harga bahan pokok yang bervariasi.

Ia mengingatkan, agar para pedagang maupun pihak distributor tidak memanfaatkan kondisi saat ini untuk mencari keuntungan, dengan menaikan harga secara sepihak. Karena menurutnya, meski stok bahan pokok tersedia hingga beberapa bulan kedepan, namun harga di pasaran justru bervariasi. Sehingga operasi pasar akan tetap dilakukan hingga memasuki lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Yang pasti stok bahan pokok itu terjaga dan aman, tapi kita tidak bisa pungkiri bahwa ada harga yang bervariasi. Dan kalau kedapatan itu kita berikan sanksi pertama itu teguran. Kalau memang tidak bisa, maka kita berikan sanksi hingga pencabutan izin. Termasuk distributor nakal,” tegas Pieter, kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Diakuinya, untuk stok bahan pokok tetap terjamin hingga beberapa bulan kedepan. Pasalnya, distribusi bahan pokok dari luar kota Ambon tetap berjalan. Namun yang perlu diawasi adalah harga jual tersebut, karena ditakutkan ada oknum pedagang atau distributor yang sengaja mencari untung di tengah merebaknya wabah Corona.

Ia bahkan menghimbau, agar masyarakat tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan atau panic buying.

“Kan sudah ada edaran dari Pemerintah Pusat agar batasi penjualan, sehingga masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan. Dan kita akan awasi lewat operasi pasar terkait harga yang bervariasi. Karena yang pasti, stok bahan pokok tetap bertahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pieter juga telah menjelaskan, bahwa untuk ramadhan hingga Idul Fitri kali ini tidak ada program pasar mura yang dilakukan Disperindag Kota Ambon. Sebab, sebagian anggaran tersebut, telah dialihkan ke Dinas Sosial Kota Ambon untuk pemberian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Kali ini kan tidak ada lagi pasar murah, karena anggaran pasar murah sebagian telah dialihkan ke Dinas Sosial untuk pembagian sembako. Sekitar 10 miliar anggarna pasar murah telah dialihkan. Intinya, kita pengawasan harga tetap kita lakukan. Dan kalau ada pedagang yang memang melanggar kita akan tindak,”pungkasnya. (UPE)

Comment