by

Dituntut 7 Tahun, Kainama Minta Keringanan

Ambon, BKA- Soni Kainama warga Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang dituntut 7 Tahun penjara meminta keringanan hukuman dari Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Pasalnya, hukuman yang dijatuhi terhadap terdakwa dinilai terlalu berat.
“Dalam nota pledoi itu kita minta supaya keringanan hukuman, karena memang terdakwa sudah mengakui semua perbuatan yang dibuat,” ujar Penasehat Hukum Terdakwa Ronald Salawane, kepada Beritakota Ambon, Senin (3/8) kemarin.

Kata dia, di dalam pembuktian di persidangan, terdakwa sudah mengakui perbuatannya ,menyesali perbuatannya, dan juga berjanji tidak akan mengulagi lagi aksi tak terpuji itu.

“Kita berharap majelis hakim menjatuhi hukuman meringankan kepada terdakwa, karena segala keputusan tergantung majelis hakim,” tandasnya.
Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Ambon menuntut 7 tahun penjara terhadap terdakwa di persidangan yang berlangsung, Selasa akhir Bulan Juli lalu.

Sesuai amar tuntutan JPU, pemuda 24 Tahun ini diancam melanggar pasal 111 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sidang tuntutan tersebut dipimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Christina Tetelepta sebagai hakim anggota.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider enam bulan kurungan.

“Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung progran pemerintah dalam memberantas narkotika, sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum dan mengakui perbuatannya,” jelas JPU Ester Wattimury dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi 25 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 WIT tepatnya di kawasan Terminal Mobil Pelabuhan Speedboat Tulehu.

Saat itu, saksi Didin Ense bersama rekan-rekannya yang merupakan anggota Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mendapat informasi dari informan bahwa ada peredaran narkotika di seputaran Speedboat Tulehu yang diduga dilakukan terdakwa.

Setelah mengantongi ciri-ciri terdakwa, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Saat itu juga mereka melihat terdakwa sedang berdiri di kawasan TKP.

Kemudian para saksi langsung menangkap terdakwa sambil memperlihatkan surat tugas.

Setelah mengamankan terdakwa, petugas menemukan barang bukti berupa dua paket ganja yang disimpan dalam saku kiri depan celana terdakwa.

Saat diinterogasi lanjut, terdakwa mengakui mendapat barang terlarang itu dari rekannya di Kamarian.

Tidak menunggu lama, petugas kemudian menggerebek terdakwa dan barang buktinya ke kantor Polresta Pulau Ambon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

Comment