by

DPO Pembunuh di Ahuru Ditangkap

Ambon, BKA- Personel Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, akhirnya menangkap J.S pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), terkait kasus pembunuhan terhadap korban Amos Batuwael, yang terjadi di Hutan Gonzalo, Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Rabu (8/7) lalu.

Kapolsek Sirimau AKP Mustafa Kamal mengatakan, pelaku JS yang masuk dalam DPO atas kasus tindak pidana pembunuhan secara bersama-sama, sudah ditangkap anggota Reskrim Polsek Sirimau.

“Yang bersangkutan (DPO J.S), kita sudah tangkap dan tahan, kemudian sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Mustafa kepada Beritakota Ambon melalui pesan pendek WhatsApp, Senin kemarin.

Sebelumnya diberitakan koran ini, kasus penganiayaan ini diduga dilakukan tersangka JS, MN, FRS, RL dan RWS ini lantaran mencurigai korban yang akan mencuri ayam milik warga Kopertis.

Sejak Rabu, 8 Juli pagi itu para tersangka melihat korban sedang memasang jeratan untuk ayam.

Melihat korban yang diduga hendak mencuri ayam, tersangka JS, langsung memukul korban disusul empat tersangka lainnya. Selain memakai kepalan tangan, para tersangka juga mengunakan benda tumpul, setelah itu para tersangka kabur.

“Jadi korban ini diduga mau mencuri ayam. Karena pada bulan Mei 2020, pelaku JS pernah melihat korban ini pegang ayam dan melepaskannya kembali,”jelas Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda R. Titan Firmansyah Juli lalu.

Titan mengaku, pasca kejadian itu, Jenazah korban ditemukan seorang warga Kopertis pada Rabu siang, kemudian mereka membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kasus ini kemudian dilaporkan istri korban, pada Kamis, 9 Juli.

“Saat kami terima laporan anggota langsung mengecek jenazah di ruang sakit, ternyata ciri-cirinya sama dengan yang disampaikan istri korban,” jelasnya.

Memastikan korban adalah Amos Batuwael, lanjut dia, polisi langsung melakukan penyelidikan saat itu juga. Dari keterangan saksi, yang melihat penganiayaan itu, menjurus kepada para tersangka.

“Para tersangka ditangkap di rumah masing-masing tanpa melakukan perlawanan,” jelasnya.

Setelah ditangani pihak polisi melalui serangkaian penyelidilan, terbukti mereka melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, mereka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka disangkakan dengan Pasal 170 ayat (3) Jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun,” pungkasnya. (SAD)

Comment