by

DPPKB Minta Warga Tunda Kehamilan

Ambon, BKA- Dengan adanya pandemi covid 19 di Kota Ambon, warga diminta untuk menunda kehamilan mengingat kondisi Ambon yang telah ditetapkan sebagai zona merah berdasarkan data Kementerian Keshatan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty mengatakan, masyarakat dihimbau untuk tidak hamil dulu selama wabah Covid-19. Himbauan tersebut berdasarkan dari instruksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Menurutnya, pihaknya memang mempunyai tugas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk adanya keluarga berencana. Namun dengan kondisi yang ada, pihaknya juga bertugas untuk mensosialisasikan jangan hamil dulu selama wabah covid 19.

“Kita sementara mengayo-ayo warga kota untuk menunda kehamilan. Tapi kita punya tugas untuk memberikan sosialisasi, jangan hamil dulu,” terang Patty, kepada wartawan, Senin (8/6).

Dijelaskan, ibu hamil memiliki resiko tinggi tertular Covid-19 dan sangat rentan terhadap kondisi saat ini. Sehingga masyarakat diminta untuk menunda kehamilan sementara waktu hingga pandemi ini mereda.

“Karena ibu hamil rentan dengan Covid. Kalau sesak nafas atau apa segala macam, maka kita menunda,” tuturnya.

Dengan adanya himbauan tersebut, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi kepada desa/negeri dan kelurahan yang ada di Kota Ambon. Agar masyarakat dapat lebih paham terhadap kondisi yang terjadi saat ini. “Kita telah melakukan sosialisasi dari satu desa ke desa atau kelurahan,” tambahnya.

Tak hanya sosialisasi, pihaknya juga memberikan pil KB dan kondom untuk memaksimalkan sosialisasi yang dilaksanakan dengan harapan masyarakat dapat menunda kehamilan.

“Pil dan kondom kita sudah berikan bagi Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di desa dan kelurahan, dengan catatan kalau mereka butuh ambil saja di PPKBD,” terangnya.

Dengan begitu, selama Ambon masih berada dalam masa pandemi covid 19, pihaknya akan terus gencar dalam mensosialisasikan himbauan tersebut. Mengingat ibu hamil yang rentan terhadap virus tersebut.

“Sudah disosialisasikan. Kita sudah turun, jadi kita sosialisasi dengan Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) melakukan sosialisasi dengan mobil penerangan. Mereka sudah ke desa-desa untuk mengayo-ayo masyarakat tunda kehamilan dulu,” tutup Patty. (DHT)

Comment