by

DPRD Alokasi APBN JPS PKT Kecil

Ambon, BKA- Tim Pengawas II Covid-19 DPRD Provinsi Maluku merasa tidak puas dengan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Jaring Penganan Sosial (JPS) dalam program Padat Karya Tunai (PKT). Anggaran yang dialokasikan dinilai terlalu kecil untuk bisa diberdayakan.

“Dewan agak kurang puas dengan hasil refocusing dana JPS untuk PKT, yang hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar dan itu sudah menjadi keputusan Gugus Tugas (Gustu) Provinsi Maluku. Sehingga kami hanya mengawasi dan memastikan, program itu sampai ke masyarakat dan masyarakat dapat diberdayakan untuk bisa bekerja dengan anggaran tersebut,” tandas Ketua Tim II Pengawas Pelaksanaan Penanggulangan Covid-19 DPRD Maluku yang membidangi masalah ekonomi dan JPS, Asis Sangkala, usai pertemuan dengan dinas terkait, dalam egenda membahas JPS untuk kegiatan PKT di ruang paripurna DPRD Maluku, Rabu (25/6).

PKT sendiri merupakan program pemerintah, berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Sangkala, anggaran yang disediakan Gustu Provinsi Maluku lewat APBN terlalu kecil untuk menggairahkan ekonomi masyarakat yang terdampak Cobid-19.

Untuk Kota Ambon, kata Sangkala, penggunaan anggaran sangat tidak terlihat, apa lagi untuk meng-cover 11 kabupaten/kota lainnya di Maluku.

Namun semuanya sudah menjadi keputusan Gustu Provinsi Maluku. “Ya tentunya, kami tetap akan melakukan tugas pengawasan, terhadap sejauh mana anggaran itu diperuntukan,” ujarnya.

Untuk itu, tim II akan tetap mendorong Gustu Provinsi Maluku agar bisa melakukan evaluasi secara efektif, sehingga ada anggaran yang dialokasikan ke 11 kabupaten/kota lainnya.

“Memang ada. Tadi juga sudah dijelaskan, kalau ada program di kabupaten lain. Tapi kan belum terlalu banyak, karena masih banyak terpusat di Kota Ambon,” tegasnya. (RHM)

Comment