by

DPRD Buru Akan Panggil Paksa Kontraktor

Proyek GOR Mini Namlea Mangkrak

Ambon, BKA- Proyek Gelanggang Olahraga (GOR) Mini Kota Namlea, Kabupaten Buru, yang pembangunannya menggunakan dana APBN 2021 sebesar Rp 13 miliar sampai saat ini belum dapat diselesaikan alias mangkrak.

Untuk itu, DPRD Kabupaten Buru bermaksud untuk kembali mempertanyakan hal tersebut kepada pihak kontraktor proyek itu, yakni, Ko Hai.

Bila Ko Hai menghindar dari panggilan DPRD, maka akan dilakukan pemanggilan secara paksa. Lembaga legislatif itu akan meminta pihak kepolisian dan Sat Pol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru, untuk menghadirkan Ko Hai.

Sikap tegas itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru, Jalil Mukadar, menanggapi desakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Buru, yang meminta ketegasan para wakil rakyat terkait pekerjaan proyek GOR Mini itu, Selasa(25/8).

Jalil Mukadar yang didampingi dua Anggota DPRD Buru lainnya, yakni, Iksan Tinggapy dan Nady Wally, mengatakan, dewan akan bertindak tegas kepada siapapun yang sengaja mangkir dari panggilan DPRD, termasuk Ko Hai.

“DPRD mempuyai mekanime. Nanti selesai paripurna LPJ Bupati 2019, kami akan mengundang Ko Hai dan HMI dikantor dewan, untuk kita hearing bersama. Kalau Ko Hai masih saja bersikeras untuk tidak menghadiri panggilan DPRD, maka dengan secara tidak terhormat Polisi dan Satpol PP akan melakukan jemput paksa,” tegas Mukadar.

Ditambahkan oleh Iksan Tinggapy, kalau pekerjaan GOR di Kabupaten Buru bukan hanya satu, tapi ada tiga yang sampai saat ini juga belum di selesaikan.

Untuk diketahui, sejumlah kader HMI Cabang Buru mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Buru untuk meminta para anggota legislatif bersikap tegas pekerja GOR yang terkesan jalan ditempat.

Ketua HMI Cabang Buru, Ridwan Litiloly, mengungkapkan, proyek GOR Mini yang ditangani Ko Hai belum selesai dikerjakan, sementara realisasi pembayarannya sudah 100 persen.

Jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga menerima bantuan yang sama dari APBN tahun 2021, fisik pembangunanya sudah diselesaikan tepat pada waktu yang ditentukan. Namun anehnya, kenapa GOR yang dikerjakan Ko Hai belum bisa diselesaikan.

Bahkan tanda-tanda kalau akan dilakukan pekerjaan lanjutan untuk penyelesaian proyek itu, katanya, tak terlihat dilapangan.

HMI Cabang Buru menduga, kalau telah terjadi mark-up dan bermain-main yang sengaja dilakukan Ko Hai dengan anggaran sebesar Rp 13 miliar. Itu terlihat dari tindakan Ko Hai yang tidak menggubris beberapa kali panggilan panggilan DPRD Buru.(RHM)

 

 

Comment