by

DPRD Khawatir Pilkada Jadi Klaster Baru

Ambon, BKA- Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah mulai berjalan. Namun Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, hal itu bisa menjadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19 di Maluku, khususnya pada empat kabupaten penyelenggara pesta demokrasi itu.

Kekhawatiran itu mucul, katanya, sesuai kunjungan lapangan pada saat pendaftaran calon kepala daerah, ditemukan fakta kalau kerumunan masa tanpa menerapkan protokol kesehatan, tidak bisa dihindari.

“Yang kita takutkan, Pilkada menjadi klaster baru, dan kemungkinan untuk itu sangat besar. Sebab antusiasme orang besar sekali. Rasa pendam orang untuk mendukung si A atau si B, akan keluar semua,” tuturnya.

Jika hal itu tidak ditata dengan baik pada tahapan selanjutnya, dirinya yakin Pilkada bisa menjadi klaster yang cukup besar dalam penyebaran Covid-19.

Diungkapkan, sampai saat ini sudah 40 lebih Calkada di seluruh daerah di Indonesia, yang terpapar Covid-19. Hal ini yang harus diwaspadai.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada KPU Maluku untuk berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu di setiap kabupaten/kota, agar tahapan Pilkada tidak lagi menghadirkan orang yang banyak.

“Kami di PDI Perjuangan melalui DPP sudah mengingatkan, setiap kegiatan pendaftaran, maksimal 50 orang. Oleh karenanya, dalam koordinasi bersama cabang, sudah sampaikan, bersama dengan pihak lain atau partai yang diusung dalam satu tim, berkoordinasi untuk tidak melebihi yang ditentukan,” ucap Wattimury, yang juga menjabat Bendahara DPD PDI-P Maluku.

Hal lain yang perlu diperhatikan, kata dia, arus masuk-keluar orang pada daerah penyelanggara Pilkada, jelang perhelatan itu dilaksanakan. Contohnya orang yang masuk ke Kabupaten Buru Selatan dan Aru yang saat ini berstatus zona hijau, kemungkinan berasal dari daerah zona merah yang berpotensi membawa bibit Covid-19. Itu bisa saja terjadi.

“Mungkin pada waktu rapid test disini tidak, tetapi pada waktu disana bisa saja dia reaktif. Ini mesti ada standar protokol kesehatan yang diperketat dalam tahapan Pemilukada nanti,” pintanya.

Dirinya berharap, selama tahapan Pilkada yang puncaknya akan berlangsung 9 Desember mendatang, tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Karena kalau dilihat, terlalu banyak orang berkerumun, baik di sekretariat tim sukses, rumah calkada, mesti harus diwaspadai dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” tandasnya.(RHM)

 

Comment