by

DPRD Lakukan Reses “Door to Door”

Ambon, BKA- Di tengah pendemi Covid-19, agenda reses yang dilakukan DPRD Kota Ambon kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Penjaringan aspirasi pada masing-masing daerah pemilihan (dapil), dilakukan dengan sistim door to door (pintu ke pintu).

Jadwal reses ditetapkan selama 6 hari, yang dimulai sejak Rabu kemarin. Yakni reses memasuki masa sidang III tahun persidangan 2019-2020.

Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta menyebutkan, walaupun teknis reses kali ini berbeda, reses wajib dilakukan seluruh anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat. Yakni dijalankan sesuai protokol yang telah ditetapkan Pemerintah Daera.

“Agenda reses tetap, walalupun teknisnya berbeda. Kali ini tidak ada kumpul-kumpul orang, tapi tetap harus menyentuh ke warga. Masing-masing anggota punya cara berbeda, tapi tujuannya tetap menyerap aspirasi dari masyarakat. Lewat sistim door to door sesuai anjuran pemerintah terkait pembatasan jarak atau physical distancing,” ungkap Toisuta, saat dihubungi koran ini, Rabu (13/5).

Politisi Golkar ini mengaku, dalam menjalankan reses, setiap anggota DPRD wajib mengikuti anjuran pemerintah, mulai dari wajib memakai masker hingga tidak mengumpulkan orang banyak. Tetapi tetap menjaring aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada Pemerintah Kota untuk ditindaklanjuti.

“Teknisnya dikembalikan ke masing-masing anggota dan tetap mematuhi anjuran pemerintah. Dan kita rasa ini efektif. Apalagi dengan situasi saat ini, otomatis banyak aspirasi yang akan disampaikan masyarakat seperti pembagian bantuan sosial dan sebagainya,” terangnya.

Dituturkan, setiap anggota wajib melakukan reses tanpa terkecuali. Pasalnya, ada anggaran yang dikucurkan dari APBD untuk masing-masing anggota DPRD menjalankan reses. Dan hasil reses tersebut akan dipertanggung jawabkan lewat paripurna untuk disampaikan kepada Pemerintah Kota Ambon.

“Reses itu wajib, kalau sampai ada anggota yang tidak reses pasti tidak bisa pertanggung jawabkan laporan resesnya. Dan pasti ada sanksi teguran yang diberikan jika kedapatan ada anggota yang tidak reses. Jadi pasti semua reses, karena kalau tidak maka tidak bisa mempertanggung jawabkan laporan resesnya,” tutup Toisuta.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono sebelumnya mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 di kota Ambon, reses tetap dilakukan masing-masing anggota DPRD. Dimana seluruhnya tetap menyesuaikan dengan anjuran pemerintah, yakni menggunakan sistim door to door.

“Dulunya reses mengumpulkan orang atau konstituen dalam jumlah banyak, tapi kali ini sistem yang digunakan itu door to door oleh setiap anggota DPRD pada Dapil masing-masing. Dan ini tidak masalah, karena reses tetap jalan sesuai waktu. Kita door to door langsung ke masyarakat,” imbuh Latupono.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Ambon ini menilai, perubahan mekanisme reses kali ini, anggota DPRD bisa sekaligus menggunakan kesempatan ini untuk berbagi kepada masyarakat sesuai dapil. Terkhusus bagi yang terdampak Covid-19.

“Termasuk saya juga akan lakukan itu. Kita jemput bola, door to door. Bagi bantuan sekaligus tanya keluhan mereka apa. Sekaligus kita mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul dan social distancing,” tutup Latupono. (UPE)

Comment