by

DPRD Mediasi 10 Kasus PHK

Ambon, BKA- Selama pandemi Covid-19, Komisi I DPRD Kota Ambon telah melakukan mediasi terhadap 10 kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa para tenaga kerja di kota Ambon.

Proses mediasi turut melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon, pemilik perusahaan serta para tenaga kerja yang di PHK.

“Selama pandemi Covid-19 di kota Ambon, sudah ada 10 kasus PHK yang kita terima. Setelah itu kita lakukan mediasi sesuai fungsi pengawasan kita di DPRD,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, saat dihubungi koran ini, Kamis (18/6).

Politisi Golkar ini mengaku, akibat wabah Corona, banyak perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan karena merugi. Sehingga telah dilakukan mediasi dan dikembalikan kepada Disnaker untuk melanjutkan hasil dari mediasi yang dilakukan.

Bahkan ada pula perusahaan yang melakukan PHK sepihak terhadap para tenaga kerja. Sehingga ketika di mediasi, perusahaan wajib menyelesaikan seluruh hak-hak tenaga kerja jika tidak lagi mempekerjakan tenaga kerja tersebut.

“Mediasi itu kita lakukam karena mendapat surat masuk dari tenaa kerja yang di PHK. Kemudian kita surati dinas, kemudian dinas undang para pihak terkait dan duduk bersama. Kalau perusahaan mau terima, maka tentu ada catatan khusus. Tapi jika tidak lagi, maka wajib membayar hak mereka sesuai undang-undang Ketenagakerjaan. Misalnya pesangon dan lainnya,” terang Pormes.

Dikatakan, dari sekian kasus PHK yang di mediasi, tidak sepenuhnya kesalahan dari PHK tersebut ada pada perusahan.

Karena dari temuan, adapula pekerja yang melakukan kesalahan fatal sehingga di PHK. Namun sebagian telah diselesaikan dan ada beberapa yang masih dalam proses mediasi lanjutan dengan dinas terkait.

“Hak-hak karyawan harus dipenuhi perusahaan. Tapi karyawan atau tenaga kerja ini harus punya etos kerja yang tinggi. Kala tidak, jangan salahkan perusahaan. Karena banyak pengalaman seperti itu,” beber dia.

Ia menambahkan, dalam rapat lanjutan maka Komisi aka mempertanyakan ke Disnaker terkait nasib karyawan yang di PHK akibat pandemi Covid-19. (UPE)

Comment