by

DPRD Pertanyakan Penggunaan Anggaran Covid

Ambon, BKA- DPRD Kota Ambon lewat Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 mulai mempertanyakan penggunaan anggaran Covid-19 di kota Ambon. Sebab, penggunaan anggaran lanjutan oleh Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Kota Ambon belum disampaikan kepada Pansus.
Penggunaan anggaran untuk penanganan wabah Corona ini, terhitung sejak 23 Juni hingga 6 Juli 2020 yang belum dimasukan kepada Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon. Dimana yang baru diterima pansus, hanyalah laporan penggunaan anggaran sebesar Rp 20 miliar lebih dari total anggaran Covid-19 sebesar Rp 46 miliar lebih.
Seluruh anggaran yang telah digunakan tersebut, diantaranya untuk penanganan pasien positif, alat pelindung diri (APD) dan jaring pengaman sosial (JPS). Termasuk didalamnya penggunaan anggaran untuk penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang telah diterapkan Pemerintah Kota berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 16 tahun 2020 sebagai pra PSBB.
Namun untuk anggaran penanganan Covid-19 selama PSBB di Kota Ambon, belum dimasukan kepada Pansus. Sehingga Pansus belum mengetahui berapa besaran anggaran yang telah digunakan oleh Pemerintah Kota lewat Gustu Percepatan dan Penanganan Covid-19.
“Sampai 23 Juni kemarin, laporan yang kita terima sudah 20 miliar yang digunakan dari total anggaran 46 miliar. Sementara dari 23 Juni hingga 6 Juli ini (kemarin), laporannya belum ada,” ungkap Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, Zeth Pormez, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (6/7).
Politisi Golkar ini mengaku, Pansus tidak mengetahui pasti besaran anggaran yang telah terpakai untuk penanganan Covid-19 di kota Ambon. Akan tetapi, dalam waktu dekat pansus akan kembali mengundang tim Gustu Ambon untuk membahas penggunaan anggaran tersebut.
“Setelah kita rapat baru kita tanyakan ke tim Gustu. Sebenarnya sudah berapa yang terpakai dan untuk apa-apa saja,” pungkasnya
Terpisah, salah satu Pemuda Kota Ambon, Rimbo Bugis, meminta Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon agar bisa menepati janji. Yakni Pansus harus benar-benar tegas dalam fungsi pengawasan terhadap penggunaan setiap anggaran, terkhusus anggaran penanganan Covid-19.
“Pernah Sekretaris Pansus DPRD, pak Jemy Matita katakan bahwa tiap hari Senin akan diadakan evaluasi bersama tim Gugus Tugas. Tapi sampai dengan Juli, pansus belum terima laporan lanjutan. Kalau demikian, berarti evaluasi tidak berjalan dong. Maka itu harus tepati,” pintanya. (UPE).

Comment